Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Konflik Peran Ganda Terhadap Kinerja Pada Pekerja Perempuan di Kota Makassar Andi Muflihah Darwis
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v8i2.11448

Abstract

Seorang pekerja wanita akan merasa konflik peran ganda muncul ketika adanya tekanan dan beban pekerjaan yang terbawa dalam peran rumah tangga. Konflik peran ganda dengan kekuatan yang tinggi, membuat seorang ibu yang bekerja akan merasakan kinerjanya semakin menurun. Hal ini dapat terjadi akibat ibu bekerja akan merasakan depresi, peningkatan stress, penambahan keluhan fisik dan mengalami penurunan tingkat energi. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan konflik peran ganda dan kinerja pada pekerja wanita. Penelitian ini yang menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel ditentukan dengan purposive sampling yaitu 74 orang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pekerja wanita yang mengalami penurunan kinerja yaitu sebanyak 63.51%. Pekerja wanita yang mengalami konflik peran ganda yaitu 67.57%. Kemudian analisis lebih lanjut ditemukan bahwa konflik peran ganda memiliki hubungan dengan kinerja pekerja wanita dengan p-value 0.012.
Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Perawat Pasien Jiwa di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Provinsi Sulawesi Selatan Andi Muflihah Darwis; Atjo Wahyu; Awaluddin Awaluddin; Indra Fajarwati Ibnu; Luthfiyah Azizah
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.13548

Abstract

Perawat yang merawat pasien dengan gangguan jiwa menghadapi tantangan kompleks, terutama saat menangani individu dengan gangguan kognitif seperti skizofrenia, depresi, dan bipolar. Mereka berisiko tinggi mengalami stres kerja karena tanggung jawab langsung terhadap keselamatan dan kesehatan pasien di lingkungan kerja yang bertekanan tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada perawat jiwa di RSKD Dadi, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan potong lintang, melibatkan populasi sebanyak 142 perawat. Sampel sebanyak 104 perawat diperoleh melalui proportionate stratified random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara usia (p=0,006), jenis kelamin (p=0,004), shift kerja (p=0,003), masa kerja (p=0,018), beban kerja (p=0,000), dan konflik interpersonal (p=0,005) dengan stres kerja, sedangkan status pernikahan (p=0,686) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor demografis dan lingkungan kerja berkontribusi terhadap stres kerja pada perawat jiwa. Disarankan perawat menerapkan strategi koping yang efektif untuk mengelola stres, serta pihak rumah sakit melakukan evaluasi berkala terhadap beban kerja dan jadwal kerja guna mencegah beban berlebih yang dapat meningkatkan risiko stres kerja.