BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Vol. 5 No. 3 (2024)

Edukasi Pembuatan Jamu Saintifikasi Sebagai Alternatif Pengobatan Pada Masyarakat Kelurahan Mesjid Kota Samarinda

Andini Nur Amilia (Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia)
Christina Debomar (Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia)
Eva Mardiana (Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia)
Evi Lutfia Sari (Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia)
Fitri Fitri (Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia)
Hasanah Hasanah (Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia)
Luthfiyyah Kahirun Nisa (Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia)
Nadia Chusnul Fiqriah (Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia)
Nurmila Sari (Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia)
Safitri Indah Lestari (Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia)
Tania Nazelilla (Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia)
Vyona Ruli Paradhea (Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia)
Wiyuniarta Syarifuddin (Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia)
Mochtar Luthfi (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Makassar, Makassar, Indonesia)
Nur Lutfiah Damis (Fakultas Farmasi, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia)
Chaerul Fadly Mochtar (Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2024

Abstract

Jamu adalah warisan budaya yang telah diteruskan secara turun-temurun, tetap eksis dalam masyarakat hingga saat ini. Masyarakat meyakini bahwa jamu memiliki manfaat besar dalam menjaga kesehatan, baik sebagai pencegah maupun pengobatan penyakit. Pada tanggal 7 Oktober 2023, di Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Sebrang, sebuah acara berjudul ”Edukasi dan Pembuatan Jamu Saintifik sebagai Alternatif Penngobatan” digelar mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WITA. Acara ini diikuti oleh 27 peserta dengan tujuan menyampaikan kepada masyarakat bahwa jamu bisa dibuat dirumah dengan menggunakan bahan herbal yang mudah ditemukan dipasaran. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan jamu meliputi temulawak, daun salam, kunyit, jahe, kumis kucing, kencur, sambiloto, kayyu manis, daun sembung, daun seledri, dan daun pegagan. Alat-alat yang digunakan meliputi panci besar, kompor, oven, wadah jamu, botol 100ml, label jamu, tabung gas, timbangan analitik, plastik, wadah, dan juga souvenir lainnya. Pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh Ibu-ibu PKK, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pembuatan jamu herbal sebagai cara untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kegiatan ini berjalan sesuai dengan rencana, dan peserta utamanya adalah remaja dan ibu-ibu yang memahami bahwa jamu adalah produk lokal yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Melalui kegiatan ini, masyarakatdapat mempelajari cara aman membuat jamu yang mendukung kesehatan dengan bahan-bahan yang mudah didapaatkan

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

bernas

Publisher

Subject

Religion Agriculture, Biological Sciences & Forestry Humanities Dentistry Education Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Mathematics Neuroscience Nursing Public Health Social Sciences Veterinary Other

Description

The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Bernas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of ...