AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memahami pelaksanaan tradisi memitu dan nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di Desa Sindangmekar, Dukupuntang, Cirebon. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode historis dan lapangan (field research). Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk analisis data, digunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Memitu adalah tradisi slametan yang diadakan pada bulan ketujuh kehamilan. Tradisi ini dinamakan memitu karena dilaksanakan pada usia kehamilan tujuh bulan, dan dalam bahasa Cirebon, tujuh disebut pitu. Sebagian masyarakat menyebutnya sebagai slametan ngrujaki karena makanan khas dalam ritual ini berupa rujak buah-buahan. Pelaksanaan memitu di Desa Sindangmekar, Dukupuntang, Cirebon, memiliki unsur-unsur tradisi Jawa dan nilai-nilai Islami seperti membaca Surat Luqman, marhabanan, siraman, memasukkan telur ayam kampung ke dalam kain yang dikenakan oleh calon ibu, upacara brojolan, upacara ganti busana, serta memecahkan blotong. Adapun nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi tersebut adalah: Pertama, nilai aqidah. Kedua, nilai syariah. Ketiga, nilai akhlak dan keempat, nilai sosial.Kata Kunci : Tradisi Memitu, Nilai-Nilai Pendidikan Islam
Copyrights © 2023