Latar belakang dalam penelitian ini adalah kurangnya pemahaman peserta didik MTs Ma'arif Darul Aman Pringsurat tentang pentingnya cinta tanah air dan nilai-nilai nasionalisme dapat berdampak negatif pada pembentukan karakter, akhlak, dan identitas nasional. Tanpa pemahaman yang cukup, peserta didik MTs Ma'arif Darul Aman Pringsurat dapat menghambat tumbuhnya generasi yang mencintai negara, perilaku berakhlak mulia, memiliki rasa tanggung jawab terhadap pembangunan bangsa, dan menjaga persatuan serta kesatuan Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis strategi, pelaksanaan dan faktor pendukung dan penghambat strategi penanaman karakter cinta tanah air dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di MTs Ma'arif Darul Aman Pringsurat. Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan, dengan metode penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini mengambil data dari sumber data primer yang berupa hasil wawancara, serta sumber data sekunder yang berupa hasil observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data peneliti mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Berdasarkan analisis data hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, strategi penanaman karakter cinta tanah air dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di MTs Ma'arif Darul Aman Pringsurat, melalui pengalaman langsung seperti kegiatan upacara bendera, kegiatan ekstrakurikuler, dan peringatan hari-hari besar islam. Kedua, pelaksanaan penanaman karakter cinta tanah air dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di MTs Ma'arif Darul Aman Pringsurat dengan menanaman karakter cinta tanah air dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, termasuk pemahaman konsep cinta tanah air dalam Islam, integrasi dalam materi pembelajaran, dan pengalaman lapangan. Ketiga, faktor pendukung strategi penanaman karakter cinta tanah air dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di MTs Ma'arif Darul Aman Pringsurat adalah komunikasi guru-peserta didik, kerja sama antara guru dan tenaga kependidikan, kerja sama dengan pengurus pondok, dan kerja sama dengan orang tua. Sedangkan faktor penghambatnya adalah perbedaan jadwal antara sekolah dan pondok, perbedaan persepsi, lingkungan pergaulan peserta didik, dan pengaruh gadget.
Copyrights © 2024