Melihat perkembangan fenomena pergaulan dan seks bebas, terkhusus di kalangan remaja mendorong penulis untuk menuliskan artikel ini. Ditemukan bahwa para remaja memiliki konsep seksual yang salah, terbukti dengan “cara melampiaskannya” dan “tujuan melampiaskannya”. Tidak hanya itu, faktor dari orang tua yang terjebak di dalam paradigma “seks merupakan hal yang tabu” menyebabkan para remaja tidak mendapatkan edukasi mengenai konsep seksualitas yang benar. Oleh karena itu, tujuan artikel ini adalah untuk meninjau konsep seksualitas menurut Kejadian 1:26-28, dan ingin memberikan penegasan kepada para remaja serta orang tua bahwa seksualitas hanya dilakukan setelah menikah. Melalui pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka dan teknik hermeneutika, didapatkan hasil bahwa sesungguhnya seks merupakan atribut mulia yang Allah ciptakan berdasarkan gambar dan rupa-Nya. Dengan tujuan prokreasi dan memuliakan Tuhan, seks seharusnya ditempatkan di dalam pernikahan kudus berdasarkan berkat dari Allah sehingga terlihat perkenanan Allah di dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan.
Copyrights © 2024