Penelitian ini menggunakan metode studi naratif untuk memahami peran Alkitab dalam pernikahan di mana salah satu pasangan adalah non-Kristen, yang dilakukan di Semarang dengan lima pasangan beda agama sebagai sumber data naratif. Lima pasangan suami istri dengan pernikahan lebih dari 10 tahun dijadikan sumber data naratif. Mereka dipilih karena memiliki pengalaman hidup dalam keluarga dengan perbedaan kepercayaan sebelum menikah, serta pengetahuan tentang nilai-nilai di luar agama Kristen dan pemahaman iman Kristen. Hasil penelitian menunjukkan lima peran Alkitab dalam pernikahan tersebut: Sebagai pedoman kehidupan yang memperkuat persatuan pasangan. Sebagai pemimpin dalam pernikahan dan alat untuk mengoreksi kesalahan. Sebagai panduan yang membentuk sikap taat dan setia kepada Tuhan. Sebagai pendidik dalam kebenaran yang menghidupi makna dan tujuan pernikahan Kristen. Sebagai pendorong keharmonisan keluarga. Dengan demikian, Alkitab memiliki peran sentral dalam membentuk dan menjaga keutuhan serta keharmonisan pernikahan beda agama.
Copyrights © 2024