Jurnal Cakrawala Ilmiah
Vol. 3 No. 12: Agustus 2024

PENGOBATAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN TEH DAUN INSULIN (SMALLANTHUS SONCHIFOLIUS)

Yanto, Yanto (Unknown)
Onny Priskila (Unknown)



Article Info

Publish Date
09 Aug 2024

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia akibat kelainan dalam sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Kelompok etiologis DM terbagi menjadi empat tipe, yakni DM Tipe 1, DM Tipe 2, DM Tipe lain, dan DM gestasional. Prevalensi DM, terutama Tipe 2, terus meningkat dari tahun ke tahun, menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan dalam menemukan solusi untuk menurunkan angka penderita dan biaya pengobatan. Banyak penelitian menyoroti potensi daun insulin (Smallanthus sonchifolius) dalam menurunkan kadar gula darah. Namun, kebanyakan penelitian menggunakan ekstrak, yang mungkin tidak dikuasai oleh masyarakat umum. Oleh karena itu, penelitian ini ingin menguji keefektifan daun insulin yang dikeringkan sebagai teh, diharapan dapat memberikan alternatif pengobatan yang lebih mudah diakses bagi penderita DM Tipe 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektitas Daun insulin dalam penurunan Gula darah puasa pada penderita diabetes mellitus tipe menemukan pengobatan komplementer untuk penderita diabetes melitus dan menemukan altenatif pengolahan herbal untuk penderita diabetes mellitus Penelitian ini akan menggunakan pendekatan observasional untuk mengetahui efektivitas teh daun insulin pada penderita DM tipe 2. Sampel akan terdiri dari penderita DM Tipe 2 yang akan diberikan teh daun insulin secara teratur selama periode tertentu. Pengumpulan data akan mencakup pengukuran awal dan lanjutan kadar gula darah, serta pemantauan efek samping dan perubahan dalam gejala DM. Analisis statistik akan digunakan untuk mengevaluasi perubahan kadar gula darah sebelum dan sesudah intervensi teh daun insulin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan mengalami penurunan rerata kadar gula darah dari 157,80 mg/dL menjadi 140,60 mg/dL setelah 14 hari, meskipun hasil uji T-test tidak menunjukkan signifikansi statistik. Sebaliknya, kelompok kontrol mengalami kenaikan rerata kadar gula darah dari 200,20 mg/dL menjadi 214,60 mg/dL. Meskipun hasil statistik tidak signifikan, secara klinis, pasien yang mengonsumsi teh daun insulin melaporkan perbaikan gejala klasik diabetes seperti frekuensi buang air kecil dan rasa haus yang berkurang serta peningkatan energi dan penurunan keluhan neuropati. Penurunan kadar gula darah pada kelompok perlakuan diduga disebabkan oleh efek hipoglikemik daun insulin.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

JCI

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Public Health Social Sciences Other

Description

Digitalisasi eknomi menembus batas wilayah negara dan kedaulatan ekonomi yang dapat saja menjadi peluang atau ancaman. Digitalisasi tidak bisa dihindari, tetap permsalahan utamanya adalah bagaimana negara ini harus dapat merumuskan kebijakan agar masyarakat kita jangan hanya menjadi sapi perahan ...