Bencana alam yang terjadi di Kecamatan Tempurejo dikarenakan berubahnya tata guna lahan di wilayah hulu, yakni Taman Nasional Meru Betiri. Ketika tanaman tidak mampu untuk mengikat air hujan, air akan langsung menuju sungai yang menyebabkan erosi dan sedimentasi pada Sungai Sanen, serta diperlukan adanya upaya pengelolaan DAS. Perhitungan nilai erosi dan sedimentasi pada studi ini menggunakan software ArcGIS yang dikolaborasikan dengan model SWAT. Hasil simulasi pada kondisi eksisting diperoleh potensi nilai laju erosi sebesar 46,802 ton/ha/tahun dan potensi sedimentasi sebesar 37,046 ton/ha/tahun. Hasil analisis Indeks Bahaya Erosi (IBE) diperoleh dua kriteria, yaitu sedang dengan luas 19.955 ha atau 63,898 % dari luasan total dan tinggi dengan luas 11.275 ha atau 36,102 % dari luasan total. Hasil simulasi setelah dilakukan upaya konservasi lahan, nilai potensi laju erosi diperoleh 27,154 ton/ha/tahun dan sedimentasi 18,666 ton/ha/tahun serta nilai indeks bahaya erosi yang lebih rendah dari kondisi eksisting.
Copyrights © 2024