Tujuan untuk mengetahui makna wawi api ara plangan dalam perkawinan adat di desa Nen Bura Kecamatan Doreng Kabupaten Sikka. Teori yang dipakai adalah teori “makna” yang digagas oleh Satyanada. Metode penelitian yang digunakana dalam metode penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data adalah wawancara,dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: 1) redukasi data (data pencarian) 2) display data (penyajian data) 3) vertifikasi (kesimpulan ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat masih berpegang teguh kepada adat istadat, khususnya dalam perkawinan adat. Makna wawi api ara plangan sebagai berikut: makna religi, makna sosial, makna budaya. Makna religi tersirat doa-doa permohonan pada WujutTertinggi dan restu leluhur. Makna sosial mengatur relasi antara manusia dengan manusia, manusia dengan leluhurnya. Makna kebudayaan. Pelaksanaan wawi api ara plangan dimaknai secara budaya oleh masyarakat desa Nen Bura sebagai pengetahuan atau ajaran leluhur yang perlu di wariskan dan dipertahankan sebagai bentuk pertanggungjawaban masyarakat Nen Bura kepada amanat leluhurnya.
Copyrights © 2024