Atlet disabilitas merupakan suatu profesi yang dilakukan seseorang dengan keterbatasan fisik, mental, sensorik, atau intelektual yang secara persisten ikut serta dalam kompetisi dan berprestasi pada bidang olahraga. Tujuan dibentuknya pelatihan Mental Toughness untuk atlet voli disabilitas adalah mengembalikan rasa percaya diri mereka. Karena atlet disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan dapat berprestasi pada bidang olahraga. Beberapa atlet voli disabilitas lubuklinggau yang ditemui menceritakan bahwa sebelum pertandingan dimulai mereka sering merasa gugup dan cemas dengan hasil yang akan diraih. Ditambah lagi apabila lingkungan disekitarnya bising, atlet akan dengan mudah kehilangan konsentrasinya. Ketika pelatih memberikan tekanan yang cukup keras pada atlet untuk mengukur kekuatan dan melatih strategi pertandingan, justru atlet tersebut mengalami perubahan perilaku dan kesulitan beradaptasi dalam pertandingan. Banyak sekali atlet voli duduk disabilitas yang mengalami competitive anxiety seperti gugup dan gemetaran sebelum melakukan pertandingan. Metode yang dilaksanakan menggunakan metode verbal dan non verbal bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dengan melakukan pelatihan Mental Toughness dan penerapan materi tentang Mental Toughness. Maka sangat perlu pelatihan mental untuk seorang atlet voli duduk disabilitas agar meningkatkan fungsi berpikirnya agar dan dapat mengendalikan tubuh saat melakukan tindakan. Pelatihan mental merupakan latihan yang dilakukan untuk memperoleh ketahanan mental, sehingga dapat mencapai prestasi yang prima dalam setiap pertandingan.
Copyrights © 2023