Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENDAMPINGAN PERMAINAN TRADISIONAL DI BATU URIP Hengky Remora; Wawan Syafutra; Doni Atmanegara
PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal PKM Linggau (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/pkml.v2i3.415

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini mengangkat tema mengenai “ Pendampingan permainan tradisonal di Batu Urip kota Lubuklinggau kecamatan Lubuklinggau Utara II . Alasan tema ini diangkat adalah karena banyak kalangan anak-anak dan remaja tidak paham tentang permainan tradisional asli Batu Urip. Mengingat perkembangan zaman yang sudah termodernisasi sehingga takutnya apabila tidak ada pendampingan praktek secara langsung permainan tradisonal Batu Urip secara jelas maka lama kelamaan akan terlupakan. Kegiatan ini dilaksanakan di Batu Urip Kota Lubuklinggau. Peserta yang hadir yaitu anak-anak yang ada di Batu Urip. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan materi pendampingan permainan tradisional Batu Urip. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat kepada para peserta kegiatan berdampak positif, hal ini terlihat jelas karena hampir secara keseluruhan dari peserta kegiatan dapat mempraktekan permainan tradisional Batu Urip dan mengaplikasikan ilmu yang didapat dari penyampaian narasumber. Selama melaksanakan penelitian peneliti juga menemukan ada sebagian anak-anak yang masi kurang paham tentang peraturan permainan tradisonal dan nilai yang terkadung dalam permainan tradional. Kemudian selanjutnya hasil dari permainan yang di praktekan oleh para peserta kegiatan dianalisis dan di evaluasi untuk mengetahui ketercapaian dari kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh narasumber.
Karakteristik antropometri dan kondisi fisik atlet bola voli Doni Atmanegara; Bagus Aryatama; Alvin Yanuar Rahman; Andika Yahya Putra
Journal Power Of Sports Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jpos.v6i2.18119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik antropometri dan kondisi fisik atlet bola voli Caroline Club. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, data didapatkan dari hasil tes dan pengukuran antropometri dan kondisi fisik atlet. Sumber data yang digunakan adalah atlet bola voli Caroline Club dengan kategori junior usia 17 tahun. karakteristik antropometri yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinggi badan, berat badan, panjang lengan dan panjang tungkai, sedangkan karakteristik kondisi fisik yang digunakan dalam penelitian ini adalah kecepatan, kekuatan, kelincahan, power dan fleksibilitas. Data yang sudah didapatkan kemudian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa 1) antropometri; a) tinggi badan rata-rata sebesar 42,5% tergolong kategori sedang b) berat badan rata-rata 35% tergolong kategori sangat baik, c) panjang lengan rata-rata sebesar 47,5% tergolong kategori sedang 2) kondisi fisik; a) kecepatan rata-rata 27,5 tergolong kategori sangat kurang sekali.
PELATIHAN MENTAL TOUGHNESS TERHADAP ATLET BOLA VOLI DUDUK DISABILITAS LUBUKLINGGAU Niku Saputra; Doni Atmanegara; Suparman
PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal PKM Linggau (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/pkml.v3i2.542

Abstract

Atlet disabilitas merupakan suatu profesi yang dilakukan seseorang dengan keterbatasan fisik, mental, sensorik, atau intelektual yang secara persisten ikut serta dalam kompetisi dan berprestasi pada bidang olahraga. Tujuan dibentuknya pelatihan Mental Toughness untuk atlet voli disabilitas adalah mengembalikan rasa percaya diri mereka. Karena atlet disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan dapat berprestasi pada bidang olahraga. Beberapa atlet voli disabilitas lubuklinggau yang ditemui menceritakan bahwa sebelum pertandingan dimulai mereka sering merasa gugup dan cemas dengan hasil yang akan diraih. Ditambah lagi apabila lingkungan disekitarnya bising, atlet akan dengan mudah kehilangan konsentrasinya. Ketika pelatih memberikan tekanan yang cukup keras pada atlet untuk mengukur kekuatan dan melatih strategi pertandingan, justru atlet tersebut mengalami perubahan perilaku dan kesulitan beradaptasi dalam pertandingan. Banyak sekali atlet voli duduk disabilitas yang mengalami competitive anxiety seperti gugup dan gemetaran sebelum melakukan pertandingan. Metode yang dilaksanakan menggunakan metode verbal dan non verbal bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dengan melakukan pelatihan Mental Toughness dan penerapan materi tentang Mental Toughness. Maka sangat perlu pelatihan mental untuk seorang atlet voli duduk disabilitas agar meningkatkan fungsi berpikirnya agar dan dapat mengendalikan tubuh saat melakukan tindakan. Pelatihan mental merupakan latihan yang dilakukan untuk memperoleh ketahanan mental, sehingga dapat mencapai prestasi yang prima dalam setiap pertandingan.
PENDAMPINGAN PERMAINAN TRADISIONAL DI BATU URIP Hengky Remora; Wawan Syafutra; Doni Atmanegara
Jurnal PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal PKM Linggau (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/pkml.v2i3.415

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini mengangkat tema mengenai “ Pendampingan permainan tradisonal di Batu Urip kota Lubuklinggau kecamatan Lubuklinggau Utara II . Alasan tema ini diangkat adalah karena banyak kalangan anak-anak dan remaja tidak paham tentang permainan tradisional asli Batu Urip. Mengingat perkembangan zaman yang sudah termodernisasi sehingga takutnya apabila tidak ada pendampingan praktek secara langsung permainan tradisonal Batu Urip secara jelas maka lama kelamaan akan terlupakan. Kegiatan ini dilaksanakan di Batu Urip Kota Lubuklinggau. Peserta yang hadir yaitu anak-anak yang ada di Batu Urip. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan materi pendampingan permainan tradisional Batu Urip. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat kepada para peserta kegiatan berdampak positif, hal ini terlihat jelas karena hampir secara keseluruhan dari peserta kegiatan dapat mempraktekan permainan tradisional Batu Urip dan mengaplikasikan ilmu yang didapat dari penyampaian narasumber. Selama melaksanakan penelitian peneliti juga menemukan ada sebagian anak-anak yang masi kurang paham tentang peraturan permainan tradisonal dan nilai yang terkadung dalam permainan tradional. Kemudian selanjutnya hasil dari permainan yang di praktekan oleh para peserta kegiatan dianalisis dan di evaluasi untuk mengetahui ketercapaian dari kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh narasumber.
ANALISIS KEMAMPUAN TEKNIK DASAR LARI SPRINT 100 METER PESERTA EKSTRAKULIKULER SD NEGERI 59 KOTA LUBUKLINGGAU M. Naza Virgiawan; Viktor Pandra; Doni Atmanegara
Silampari Jurnal Olahraga Vol 5 No 2 (2025): Silampari Journal Sport
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/sjs.v5i2.892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan teknik dasar lari sprint 100 meter pada peserta ekstrakurikuler di SD Negeri 59 Kota Lubuklinggau. Penelitian menggunakan metode observasi dengan instrumen ceklist penilaian teknik dasar lari sprint. Subjek penelitian berjumlah 15 peserta. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa 0 orang peserta (0%) termasuk dalam kategori "sangat kurang", 0 orang peserta (0%) berada pada kategori "kurang", 2 orang peserta (13,3%) berada pada kategori "cukup", dan 10 orang peserta (60%) berada pada kategori "baik", 3 orang peserta (20%) berada pada kategori “sangat baik”. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki kemampuan teknik dasar lari sprint yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih efektif untuk meningkatkan keterampilan sprint siswa.
PELATIHAN DASAR ATLETIK SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA TEMUAN SARI KABUPATEN MUSI RAWAS Muhammad Suhdy; Doni Atmanegara; Muhammad Supriyadi; Rais Firlando; Suparman
Bakti Nusantara Linggau: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bakti Nusantara Linggau
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/bnl.v6i1.916

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini, rendahnya ilmu pengetahuan atletik dan kurangnya pelatihan dasar atletik di lingkungan pedesaan menjadi perhatian utama. Siswa sekolah dasar merupakan individu yang aktif dan selalu ingin melakukan gerakan yang belum diketahui. Tujuan pelatihan dasar atletik adalah menambah pengetahuan baru tentang dasar atletik dan mengetahui tingkat kebugaran siswa, selanjutnya terbentuk kelompok latihan atletik siswa Desa Temuan Sari secara berkelanjutan. Karena masih rendahnya ilmu pengetahuan gerak dasar atletik dan ditemukannya siswa yang masih memiliki tingkat kebugaran yang masih rendah. Dengan di adakan pelatihan ini dapat mengembangkan keterampilan dasar atletik sebagai awal dalam pembentukan kebugaran jasmani, sehingga siswa dapat melakukan kegiatan lebih baik tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan. Berdasarkan data pretest dan posttest siswa Desa Temuan Sari, terlihat adanya perkembangan kemampuan fisik pada tiga aspek yang diuji, yaitu lari 20 meter, lompat jauh, dan lempar bola medicine. Pada tes lari 20 meter, sebagian besar siswa menunjukkan sedikit peningkatan kecepatan. Perubahan waktu tidak terlalu besar, namun beberapa siswa seperti Reza dan Ariyanto mengalami perbaikan waktu yang menunjukkan peningkatan kemampuan sprint. Peningkatan paling menonjol terlihat pada tes lompat jauh. Hampir seluruh siswa mengalami peningkatan jarak lompatan antara 10–40 cm. Beberapa siswa seperti Robert, Jamil Azhari, Amut, dan Riko menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini menunjukkan adanya perkembangan yang kuat pada daya ledak dan kekuatan otot tungkai.