Masokan: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024

DEKOLONIALISASI GENDER: KAJIAN PERFORMATIS GENDER JUDITH BUTLER TERHADAP ISU LGBTIQ DAN IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN KRISTIANI

Revinola Enjelvestia Parebong (Universitas Kristen Satya Wacana)
Orin Devisa (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
27 Jul 2024

Abstract

This article aims to describe gender decolonization based on Judith Butler's study of gender performativity regarding LGBTIQ issues and its implications for Christian Education. LGBTIQ emerged after the sexual revolution, previously referred to as the "third gender." Western colonialism, which identified gender differences based on socio-cultural aspects, has significantly influenced the debate and rejection of LGBTIQ issues in Indonesia across society, government, churches, and academia. To counter the lingering effects of colonialism, a sustainable decolonization effort is needed. Education, including Christian education, should be inclusive of gender issues, particularly LGBTIQ. Judith Butler's theory of gender performativity, which posits that gender is created through performance, offers a framework to address gender and sexuality issues. This article uses descriptive qualitative methods and literature study for data collection. The results describe the LGBTIQ phenomenon, its controversies, and gender decolonization based on Butler's theory, along with its implications for Christian Education. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dekolonialisasi gender berdasarkan kajian performativitas gender Judith Butler terhadap isu LGBTIQ dan implikasinya bagi Pendidikan Kristiani. LGBTQ merupakan masalah orientasi seksual yang muncul setelah revolusi seksual. Dulunya istilah LGBTIQ belum ada, melainkan disebut “gender ketiga”. Pemahaman tentang gender ini sangat dipengaruhi oleh kolonialisme Barat yang mengidentifikasi perbedaan antara laki-laki dan perempuan berdasarkan aspek sosial budaya. Hal ini mempengaruhi perdebatan dan penolakan terhadap fenomena LGBTIQ di Indonesia di kalangan masyarakat, pemerintah, gereja, dan akademik. Melihat hal tersebut, dibutuhkan usaha dekolonialisasi berkelanjutan untuk menghadapi tekanan kolonialisme yang masih berlangsung. Dunia pendidikan, termasuk pendidikan Kristen, harus inklusif terkait isu-isu gender, khususnya LGBTIQ. Teori performativitas gender Judith Butler dapat digunakan untuk menjawab permasalahan mengenai gender dan seksualitas. Dalam pandangan Butler, gender bersifat performatif dan kinerja genderlah yang membuat gender ada. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Hasil yang diperoleh dalam artikel ini yaitu: mendeskripsikan fenomena LGBTIQ dan isu kontroversinya, mendeskripsikan dekolonialisasi gender berdasarkan kajian performativitas gender Judith Butler dan implikasinya bagi Pendidikan Kristiani.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

ojsdatamasokan

Publisher

Subject

Humanities Education Environmental Science Health Professions Other

Description

Jurnal ini diterbitkan oleh Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja. Masokan dalam Bahasa Toraja artinya anugerah atau kemurahan, dapat juga diartikan sebagai kebaikan. Konsepnya, pengetahuan dimaknai sebagai anugerah atau kemurahan yang diberikan Allah kepada manusia, agar manusia dapat ...