The high number of juvenile delinquency cases has become a concern in Catholic education in terms of shaping and developing quality character. This study aims to analyze the role and programs of Catholic schools in shaping the character of students in the Kedu vicariate. The method used in this study is a qualitative method with a phenomenological approach. There were 150 subjects involved in Catholic school education in the Kedu Vicariate, including parents, school administrators, teachers, school employees, and students. The subjects participated in Focus Group Discussions (FGDs), and the results of the FGDs were transcribed and written into a g-form as a qualitative survey. Based on the results of this study, it can be concluded that Catholic education in the Kedu Vicariate has a very important role and program in character building, such as faith-based education, good teacher role models, retreat and live-in activities, education in the church, modern technology, and an adequate curriculum, thereby forming characters that are faithful, disciplined, moral, reflective, able to adapt to technology, and knowledgeableAbstrakBanyaknya kasus kenakalan remaja menjadi perhatian dalam pendidikan katolik untuk membentuk dan mengembangkan karakter yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran dan program pendidikan sekolah Katolik dalam pembentukan karakter siswa di wilayah kevikepan Kedu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 150 orang yang terlibat dalam pendidikan sekolah Katolik di Kevikepan Kedu, seperti orang tua, pengurus sekolah, guru, karyawan sekolah dan para murid. Subjek melakukan Focus Group Discussion (FGD) dan hasil FGD tersebut dinotulensikan dan ditulis ke dalam g-form sebagai survei kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendidikan Katolik di wilayah Kevikepan Kedu memiliki peran dan program yang sangat penting dalam pembentukan karakter seperti pendidikan berbasis iman, role model guru yang baik, kegiatan retret dan live-in, pendidikan dalam menggereja, teknologi yang modern, dan kurikulum yang memadai sehingga membentuk karakter yang beriman, disiplin, bermoral, reflektif, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, dan kompetensi pengetahuan
Copyrights © 2024