Metode WAFA merupakan sebuah sistem pembelajaran yang disusun dalam sebuah metode. Pada Metode WAFA ini menggunakan otak kanan sebagai daya imajinasi dan seni karena didalamnya menggunakan nada hijaz 3 pola nada. Metode ini digunakan untuk masyarakat yang ingin mempelajari Al-Qur’an, hingga diharapkan menjadi bisa dan lancar dalam membaca Al-Qur’an dengan laten yang benar. Dalam pengabdian masyarakat di desa Sawangan, permasalahan terjadi dimana kurangnya pengajar yang kompeten sehingga masyarakat cenderung masih banyak kesalahan dalam membaca dan mengeja huruuf-huruf Al-Qur’an. Ditambah kesadaran masyarakat terhadap baca tulis Al-Qur’an (BTA) masih sangat rendah. Kurangnya kesadaran ini disebabkan minimm sumber pengajar yang ada pada masyarakat desa Sawangan yang notabene sudah lanjut usia. Adapun tenaga pendidik Al-Qur’an masih mengandalkan orang yang sudah lancar dalam membaca Al-Qur’an, sehingga belum mampu memberikan wawasan dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada masyarakat. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan laporan data narasi dan studi kasus yang terjadi, hasil dari penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada khalayak. Hasil dari pelatihan metode WAFA kepada masyarakat desa Sawangan, penulis melakukan pengenalan tentang metode WAFA dan mencontohkan huruf-huruf laten Al-Qur’an dengan baik dan benar. Setelah itu mencontohkan nada hijaz 3 pola nada agar masyarakat bisa membaca Al-Qur’an atau buku metode WAFA dengan nada tersebut, sehingga diharapkan dapat hafal secara sendirinya yang disebabkan oleh nada tersebut. Dari hasil kegiatan ini maka masyarakat dapat membaca Al-Qur’an dan mengucapkan huruf-huruf hijaiyah dengan benar sesuai kaidah laten atau mahroj hurufnya.
Copyrights © 2023