Sektor pertanian sebagai leading sector merupakan sektor basis yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah baik dari segi kontribusi maupun daya saingnya. Tanaman biofarmaka merupakan tanaman yang bermanfaat untuk obat-obatan, kosmetik dan kesehatan yang dikonsumsi seperti daun, batang, buah, rimpang ataupun akar. Tanaman biofarmaka antara lain kencur, temulawak, jahe, kunyit, keji beling, sambiroto, dan bawang putih. Salah satu tanaman biofarmaka yaitu jahe yang merupakan komoditi untuk digunakan dalam kebutuhan rumah tangga sehari-hari, antara lain sebagai bahan bumbu masakan.Penentuan sampel berdasarkan metode Random Sampling karenapopulasi relatif homogen (luas lahan 0,10 sampai dengan 0,50 ha. Jumlah petani jahe (populasi) sebanyak 47 petani dengan sampel 10 petani. Analisis data menggunakan: Pendapatan usahatani jahe dengan rumus Pendapatan = Penerimaan-Total biaya Produksi, Kelayakan usahatani jahe menggunakan rumus RCRatio. Hasil penelitian yaitu pendapatan usahatani jahe sebanyak Rp 20.000.000,-/ha, RCRatio usahatani jahe sebesar 2. Usahatani jahe di desa Wawowae, Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada, memberikan pendapatan dan layak diusahakan.
Copyrights © 2023