Penelitian ini membahas korelasi antara penguasaan bahasa Arab dengan pemahaman al-Qur’an melalui metode Tahfizh Qur’an Tematik (TQT). Pada umumnya, hafalan al-Qur’an yang belakangan ini menjadi tren di kalangan umat Islam, khususnya di Indonesia, memberikan penekanan semata-mata pada aspek hafalan pada lafadz al-Qur’an tanpa disertai pemahaman akan makna. Berbeda dengan metode hafalan al-Qur’an pada umumnya, metode TQT memasukkan aspek pemahaman sebagai bagian dari kompetensinya. Akan tetapi, untuk sampai kepada kompetensi itu diperlukan penguasaan kemampuan dasar bahasa Arab. Sehingga bisa disimpulkan bahwa penguasaan bahasa Arab memiliki korelasi positif dengan pemahaman al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif model studi kasus. Dengan mengambil studi kasus di MTs Khadijah Kota Malang, penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan penguasaan bahasa arab dan pemahaman Al-Quran para siswa MTs Khadijah Kota Malang setelah menerapkan metode Tahfizh Qur’an Tematik (TQT). Secara ringkas, temuan penelitian ini adalah: a) Belajar Tahfizh Qur’an Tematik dapat menguasai Bahasa Arab al-Qur’an; b) Belajar bahasa Arab dalam Tahfizh Qur’an Tematik memberikan kemudahan dalam memahami al-Qur’an; c) Belajar Tahfizh Qur’an Tematik sekaligus belajar sirah; d) Belajar Tahfizh Qur’an Tematik menjadikan hati tersentuh ketika menghafal; e) Belajar dengan metode TQT dan menguasai bahasa Arab dapat membangkitkan semangat belajar siswa; dan f). Belajar Tahfizh Qur’an Tematik memunculkan daya kritis siswa.
Copyrights © 2024