Fraktur merupakan terputusnya kontinuitas struktur tulang atau tulang rawan baik secara total maupun sebagian. Fraktur sering terjadi karena adanya trauma yang menyebabkan tulang tidak mampu mempertahankan strukturnya. Tujuan dari studi kasus ini untuk melihat adanya pengaruh pemasangan bidai dan relaksasi nafas dalam terhadap perubahan skala nyeri pada pasien fraktur. Studi kasus ini menggunakan pendekatan metode deskriptif, observasi dan dokumentasi keperawatan pada pasien Tn S yang dirawat di ruang IGD RSUD Purworejo. Kriteria sampel pada studi kasus ini adalah laki-laki, terdiagnosa fraktur dengan menggunakan parameter Numeric Pain Rating Scale (NPRS). Hasil dari studi kasus ini setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan menggunakan SDKI, SIKI, SLKI dan pendekatan penggunaan jurnal dalam pemberian intervensi. Hasil menunjukkan bahwa pasien TN S selama dirawat di Ruang IGD memiliki permasalahan tentang skala nyeri. Setelah dilakukan intervensi pemasangan bidai dan relaksasi nafas dalam menunjukkan adanya penurunan skala nyeri pada pasien.
Copyrights © 2024