Pasien post kraniotomi perlu pengawasan yang ketat dan intensive. Dampak setelah tindakan pembedahan ini memiliki risiko, seperti peningkatan tekanan intrakranial, perdarahan, dan infeksi. Oleh karena itu, observasi diperlukan untuk mengidentifikasi masalah ini dan memberikan perawatan yang tepat. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menyampaikan intervensi keperawatan pada pasien Post Craniotomy dengan masalah perubahan tekanan intrakraninal di Intensive Care Unit. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada wanita usia 58 tahun melalui pendekatan studi kasus. Analisis dilakukan melalui narasi hasil pengkajian, implementasi, dan evaluasi. Masalah keperawatan yang muncul adalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial dan gangguan ventilasi spontan. Intervensi yang dilakukan monitor tanda gejala peningkatan TIK, elevasi kepala 30, suction dan perawatan luka craniotomy. Hasil evaluasi didapatkan pasien tidak terlihat menggunakan otot bantu pernafasan, terdapat suara bunyi nafas tambahan bronkial, kesadaran sopor, GCS: E2V1M1, pola nafas reguler, tekanan darah: 180/105 mmHg, nadi: 73x/menit, MAP: 130mmHg, RR: 22x/menit, suhu: 37,9°C.
Copyrights © 2024