Diabetes mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah karena defisiensi sekresi insulin atau resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Kondisi hiperglikemia pada pasien diabetes mellitus apabila tidak diobati dapat memicu komplikasi kesehatan seperti penyakit kardiovaskular, jantung iskemik, dan komplikasi diabetes lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran derajat luka diabetikum kronis pada lansia di wilayah puskesmas Bobotsari Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 30 sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dimana hasil penelitian menunjukkan derajat luka pada lansia dengan luka diabetikum kronis berdasarkan karakteristik jenis kelamin sebagian besar jenis kelamin perempuan berada pada kategori derajat luka 1 sebanyak 11 (36,7%) responden, berdasarkan usia sebagian besar usia responden 60-74 tahun berada pada kategori derajat luka 1 sebanyak 18 (60%) responden dan berdasarkan riwayat pekerjaan sebagian besar responden dengan riwayat pekerjaan ibu rumah atau tidak bekerja berada pada kategori derajat luka 1 sebanyak 9 (30%) responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa derajat luka pada lansia dengan luka diabetikum kronis berdasarkan kepatuhan pola makan, responden yang termasuk kedalam kategori patuh mengalami derajat luka 1 sebanyak 13 (43,3%) responden.
Copyrights © 2024