Peranakan Eropa-Hindia atau cenderung Jawa disebut juga dengan Indo, di mana mereka mengalami kehidupan yang tidak mudah. Diskriminasi rasial hingga sebutan “anak kolong” melekat dan bertahan selama Eropa bertahta di Hindia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejarah di balik adanya isu diskriminasi rasial yang menjadi fenomena sosial tak asing di Hindia Belanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebutan “anak kolong” melekat pada anak-anak Indo dan bermula akibat adanya praktik pergundikan yang diperankan para nyai telah meresahkan dan mengkhawatirkan orang-orang Eropa di Hindia. Lebih-lebih, kelahiran Indo atau peranakan Eropa-Hindia memunculkan adanya sentimen dan diskriminasi rasial dalam pergaulan sehari-hari di zaman Hindia Belanda.
Copyrights © 2024