Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pembelajaran terintegrasi pada anak usia dini dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Studi ini melibatkan 48 anak usia dini yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Proses pembelajaran di TK ABA Dukuh 1 Yogyakarta terintegrasi dengan pembelajaran seni, proyek sains, dan sentra bahasa. Kelompok eksperimen menerima pembelajaran terintegrasi, sedangkan kelompok kontrol menerima pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran terintegrasi efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada anak usia dini. Dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang kurikulum pendidikan anak usia dini yang lebih berfokus pada integrasi berbagai mata pelajaran. Selain itu, pembelajaran terintegrasi dapat diimplementasikan secara lebih luas di lembaga pendidikan sejenis untuk meningkatkan kreativitas anak-anak.
Copyrights © 2024