Jiwa (nafs) dalam pemikiran Islam merupakan konsep inti yang melampaui sekadar fungsi biologis. Artikel ini melakukan kajian kritis terhadap pemahaman tentang jiwa dalam tradisi Islam, menelusuri pendekatan filosofis, dan ilmiah. Melalui lensa kritik, artikel ini mendekonstruksi pandangan tradisional, menguji validitas argumen yang mendukungnya, dan mengeksplorasi implikasi teologis dan etis dari berbagai perspektif tentang jiwa. Perspektif teologis Islam menekankan keterkaitan jiwa dengan tubuh, sifat dan fungsi jiwa, serta takdir dan kehendak bebas. Perspektif filosofis Islam menawarkan model tripartit jiwa yang menjelaskan fungsi-fungsi biologis, emosional, dan intelektual jiwa. Filsafat Sufi memandang jiwa sebagai cerminan Tuhan dan berpotensi mencapai kesempurnaan melalui penyucian diri dan cinta ilahi. Kajian psikologi Islam berupaya mengintegrasikan prinsip-prinsip Al-Quran dan Hadis dengan ilmu psikologi modern. Ini dapat membantu memahami mekanisme dan motivasi perilaku manusia serta menawarkan strategi untuk pembinaan jiwa, pengelolaan emosi, dan peningkatan kesehatan mental.
Copyrights © 2024