Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hagemoni kekuasaan yang terdapat pada novel “Basur” Karya Putu Yudiantara dengan teori hagemoni Antonio Gramsci dan dianalisis dengan pendektan analisis wacana kritis Fairclough. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga dimensi analisis wacana Fairclough yang meliputi: dimensi text (mikrostruktural), discourse practice (mesostruktural), dan sociocultural practice(makrostruktural). Dimensi mikrostruktural pada novel “Basur” karya Putu Yudiantara diketahui bahwa hagemoni kekuasaan yang terdapat pada novel tersebut digambarkan melalui diksi, frasa, kalimat, serta narasi yang digunakan penulis. Dimensi mesostruktural hasil analisisnya menunjukkan bahwa hagemoni kekuasaan yang terdapat pada novel ‘Basur” karya Putu Yudiantara secara jelas ditunjukkan oleh karakter tokoh Gede Basur sebagai orang kaya dan berilmu dan digunakan untuk menghagemoni warga desa agar hormat, segan kepadanya. Analisis dimensi makrostruktural menunjukkan hagemoni kekuasaan yang diwakili oleh kedua tokoh novel (Basur, dan Tigaron) menjelaskan bahwa kekuasaan muncul bersandarkan pada sejumlah pengetahuan, dan pengetahuan akan melahirkan sebuah kekuasaan. Novel ini juga berusaha mengedukasi pembaca bahwa ilmu bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia, dan sekaligus mampu menjerumuskan/mencelakai.
Copyrights © 2023