Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesulitan peserta didik serta faktor-faktor penyebabnya dalam memahami materi keliling dan luas lingkaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian 30 peserta didik kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama di Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data meliputi tes diagnostik dan wawancara mendalam, dengan instrumen penelitian berupa tes tertulis dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar lingkaran, menerapkan rumus-rumus lingkaran, dan melakukan perhitungan yang melibatkan pi (π). Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, faktor utama penyebab kesulitan tersebut adalah metode pengajaran yang kurang efektif, minimnya penggunaan alat bantu visual dan manipulatif, serta kurangnya pembelajaran kontekstual dan latihan aplikatif. Diskusi penelitian menyoroti pentingnya pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Penggunaan alat bantu visual dan manipulatif, seperti perangkat lunak interaktif, terbukti dapat membantu siswa memvisualisasikan dan memahami konsep-konsep keliling dan luas lingkaran dengan lebih baik. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan metode pengajaran berbasis masalah dan kolaboratif, serta alat bantu visual dan manipulatif, untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep keliling dan luas lingkaran.
Copyrights © 2024