Limbah plastik di Desa Sambikarto belum dikelola dengan optimal, mengakibatkan banyak warga membakar sampah atau membuangnya ke sungai, yang menyebabkan pencemaran udara dan air. Kurangnya kesadaran masyarakat dan minimnya fasilitas pengelolaan sampah menjadi penyebab utama masalah ini. Untuk mengatasi hal ini, kegiatan pengabdian menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang fokus pada edukasi anak-anak dan remaja. Mereka diajarkan untuk tidak membuang sampah sembarangan dan memanfaatkan sampah plastik menjadi ecobrick, yang dapat dijadikan bahan untuk membuat meja dan kursi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa ecobrick tidak hanya membantu mengurangi limbah plastik, tetapi juga memberdayakan generasi muda dalam pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Proses PAR juga berhasil membangun kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan dalam pengelolaan sampah di Desa Sambikarto.
Copyrights © 2024