Munculnya radikalisme, terorisme dan konflik-konflik yang bersifat vertikal maupun horizontal berlatar belakang sosial, keagamaan dan lainnya selama ini, sebenarnya lebih banyak disebabkan oleh faktor dari diri dalam manusianya itu sendiri. Manusia telah melanggar dan sudah tidak memiliki etika dalam pergaulan dan berkehidupan. Manusia telah kehilangan jati diri sebagai pengemban amanah atau kholifah di bumi, telah kehilangan rasa kasih sayang, keadilan, dan tidak mampu menahan dan mawas diri, sehingga hal inilah yang melahirkan keberingasan, menghalalkan segala cara untuk mencapai apa yang diinginkan. Untuk itu, sebagai upaya meredam persoalan ini, dibutuhkan sebuah etika global, yang bisa dijadikan sebagai pegangan dalam berkehidupan. Dan dalam kaitan ini, etika Islam dari sudut tasawuf perspektif Hamka bisa dijadikan sebagai acuan dalam membangun perdamaian dan sebagai resolusi konflik.
Copyrights © 2014