Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL

PERAN ELEMEN WAYFINDING SEBAGAI SOLUSI PERMASALAHAN LANSIA DEMENSIA

Tandanu, Fergie Christabelle (Unknown)
Sutisna, Sutarki (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2024

Abstract

Dementia generally affects elderly people aged 65 years and over, where care facilities for dementia are rarely provided. Difficulty in orienting and navigating in the environment, especially in familiar places, is a major challenge for people with dementia. The increasing number of elderly sufferers from year to year shows that this disease is very susceptible to attacking the elderly and emphasizes the urgency to find a solution. Wayfinding as a concept and method focusing on the human ability to orient and navigate in the environment has become a research target to improve spatial memory in dementia patients. This approach not only involves technical elements, but also emphasizes the importance of empathy and understanding of the lived experiences of dementia patients. By considering the wayfinding element, this research shows that facilities adapted to their emotional and cognitive needs can act as a place to organize health programs that are more secure, provide care for the relationship between memory, memory, time and a better experience of space, provide comfort, and makes navigation easier, thereby helping them to live their daily lives with a greater level of independence and meaning. Keywords:  dementia; elderly; element; wayfinding Abstrak Demensia umumnya diderita oleh lansia berusia 65 tahun ke atas, dimana fasilitas perawatan untuk demensia masih jarang disediakan. Kesulitan dalam berorientasi dan bernavigasi di lingkungan, terutama pada tempat yang akrab, menjadi tantangan utama bagi penyandang demensia. Meningkatnya jumlah penderita lansia dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa penyakit ini sangat rentan menyerang lansia dan menekankan urgensi untuk mencari solusi. Wayfinding sebagai konsep dan metode berfokus pada kemampuan manusia untuk berorientasi dan bernavigasi di lingkungan telah menjadi target penelitian untuk meningkatkan memori spasial pada pasien demensia. Pendekatan ini tidak hanya melibatkan elemen teknis, tetapi juga menekankan pentingnya empati dan pengertian terhadap pengalaman hidup pasien demensia. Dengan mempertimbangkan elemen wayfinding, penelitian ini menunjukkan bahwa fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan emosional dan kognitif mereka dapat berperan sebagai tempat menyelenggarakan program kesehatan yang lebih terjamin keamanannya, memberikan perawatan hubungan antara memori, ingatan, waktu serta pengalaman ruang yang lebih baik, memberikan kenyamanan, dan memudahkan navigasi, sehingga membantu mereka untuk hidup sehari-hari dengan tingkat kemandirian dan makna yang lebih baik.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

jstupa

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering Social Sciences

Description

Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur ...