Discussions about political theology in Indonesia became increasingly popular after the reformation events. The pros and cons regarding the church's involvement in various political affairs seem to be a hot issue that continues to emerge in various political events in Indonesia. The lack of uniform attitudes and interpretations of the many churches in Indonesia regarding what politics is, how churches do politics, and the relationship between politics and the church makes this problem even more complicated. This research aims to produce a study that can be used as a reference or on a theological basis regarding the issue of church involvement in politics in the Indonesian context based on a review of Andreas Anangguru Yewangoe's thoughts. The research method used in this research is descriptive analysis with a literature study approach. The thesis is that the church's involvement in politics is a response to a divine call and is not facultative. The Gospel is an "entry point" or basis for the church's political involvement. Thus, politics should not be considered taboo, dirty, or foreign to the Christian community.AbstrakPembicaraan mengenai teologi politik di Indonesia semakin ramai pascaperistiwa reformasi. Sikap pro-kontra terkait keterlibatan gereja dalam berbagai urusan politik seakan menjadi isu hangat yang terus muncul dalam berbagai peristiwa politik yang terjadi di Indonesia. Tidak adanya kesamaan sikap dan tafsiran dari banyaknya gereja-gereja di Indonesia terhadap apa itu politik, bagaimana gereja berpolitik, serta apa hubungan antara politik dengan gereja menjadikan permasalahan ini menjadi semakin rumit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu kajian yang bisa dijadikan referensi atau basis teologis berkaitan dengan isu keterlibatan gereja dalam dunia politik pada konteks Indonesia berdasarkan ulasan atas pemikiran Andreas Anangguru Yewangoe. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Artikel ini mengajukan tesis bahwa keterlibatan gereja dalam dunia politik merupakan suatu tanggapan atas panggilan ilahi, dan bukanlah sesuatu yang fakultatif sifatnya. Injil merupakan salah sebuah “entry point†atau basis dari keterlibatan gereja dalam dunia politik. Dengan demikian, politik tidak boleh dipahami sebagai sesuatu yang tabu, kotor, atau asing bagi komunitas umat Kristen.
Copyrights © 2023