Penelitian ini membahas tentang anak yang berhadapan dengan hukum ditinjau dalam pertanggungjawaban hukum sesuai dengan sistem peradilan anak. Pertanyaan mengenai sejauh mana anak dapat dimintai pertanggungjawaban atas tindakan kriminal yang anak lakukan telah kontroversial dalam sistem peradilan anak. Beberapa negara menerapkan sistem hukum yang ketat, dimana anak dapat dikenai sanksi yang sama dengan orang dewasa, sedangkan negara lain mengadopsi pendekatan rehabilitasi dan reintegrasi. Dampak dari pendekatan yang diterapkan terhadap pertanggungjawaban hukum anak sebagai pelaku tindak pidana berat dapat mempengaruhi masa depan anak tersebut. Pendekatan yang berfokus pada rehabilitasi dan reintegrasi memberikan kesempatan bagi anak untuk mendapatkan pemulihan dan kesempatan kedua dalam masyarakat. Namun, pendekatan yang mengedepankan hukuman dapat berpotensi merugikan anak dan menghambat proses rehabilitasi anak. Dalam konteks ini perlu adanya pendekatan yang berimbang dan komprehensif dalam memperlakukan anak sebagai pelaku tindak pidana berat menjadi penting. Perlindungan hak-hak anak, pembinaan moral dan pendekatan yang berlandaskan pada kepentingan terbaik anak harus menjadi landasan dalam sistem peradilan anak.
Copyrights © 2024