Keterampilan berpikir kritis wajib dimiliki oleh setiap siswa untuk mengembangkan daya nalarnya dalam memecahkan permasalahan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa dalam model Problem Based Learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada siswa kelas VIII F di salah satu SMP Negeri yang berada di Jember pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Pengumpulan data yang digunakan berupa tes dan wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya siswa di kelas VIII F memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori sedang sebesar 81 persen. Hal ini dapat dilihat dari indikator yang memiliki nilai paling besar yaitu indikator focus dengan kategori tinggi sebesar 87 persen yang berarti siswa sudah mampu untuk menganalisis permasalahan yang diberikan. Indikator yang memiliki nilai paling kecil yaitu indikator clarity dengan kategori sedang sebesar 76 persen yang menunjukkan bahwasannya peserta didik kurang mampu dalam menjelaskan lebih lanjut kesimpulan yang telah diambil dalam menyelesaiakan permasalahan.
Copyrights © 2024