Banyak kasus dalam cabang olahraga pencak silat, khususnya pada usia pra-remaja dan remaja yang seringkali mengabaikan masalah gangguan kecemasan umum yang diakibatkan oleh adanya cedera yang dimiliki atlet. Sehingga hal ini menjadi suatu hal negatif yang ditoleransi atau dianggap normal, padahal masalah sangat serius dan mengganggu jalannya latihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara cedera dengan gangguan kecemasan umum atlet pencak silat pra-remaja dan remaja selama masa latihan. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 10 atlet pencak silat (5 atlet pra-remaja dan 5 atlet remaja) di Galaksi Silat Club. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) dan kuesioner demografis cedera atlet. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS Versi 25 dengan menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara cedera dengan gangguan kecemasan umum atlet pencak silat pra-remaja dan remaja selama masa latihan. Sehingga penelitian ini menyimpulkan bahwa cedera yang dimiliki atlet usia pra-remaja dan remaja harus ditangani dengan sebaik mungkin karena membuat atlet memiliki gangguan kecemasan umum dalam masa latihan. Hal tersebut mengganggu atlet dalam menjalani program latihan yang diberikan oleh pelatih sehingga seringkali atlet tidak maksimal dalam melakukan program tersebut.
Copyrights © 2024