Penyakit flu burung (Avian influenza/AI) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Avian influenza dari famili Orthomyxoviridae, yang bersifat zoonosis dan mempunyai material genetik berupa RNA berpolaritas negatif, dengan diameter 120 nm dan strukturnya berfilamen. Secara klinis, unggas yang telah terinfeksi virus AI menunjukan gejala gangguan sistem neurologis seperti tortikolis, tremor, kesulitan berdiri, kehilangan keseimbangan, dan hingga kematian unggas. Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan salah satu metode enzimatis untuk melipatgandakan (amplification) secara eksponensial suatu sekuen nukleotida tertentu secara in vitro. Teknik PCR sangat umum digunakan dalam deteksi keberaaan virus AI secara dini dan waktu yang relatif singkat. Namun, masih terdapat teknik lainnya yang dikembangkan untuk mempermudah pelacakan virus ini terutama pada lingkungan pasar tradisional yang masih terbatas dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode deteksi virus flu burung beserta subtipenya pada daging unggas yang dijual di pasar tradisional di Indonesia. Telaah singkat ini akan mengungkapkan penelitian-penelitian terkait mengenai sebaran virus flu burung dan metode deteksi yang digunakan terutama pada daging unggas yang telah dijual di pasar tradisional. Pengumpulan data diakses pada Google Scholar, PubMed, Scopus, Web of Science (WoS), dan Lembaga pengindeks nasional/internasional lainnya yang diterbitkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Telaah singkat ini sangat penting dilakukan untuk memberikan informasi yang komprehensif mengenai teknik yang umum digunakan dalam upaya deteksi penyebaran virus AI, terutama pada daging unggas yang dijual di pasar tradisional serta meningkatkan kewaspadaan melalui deteksi dini terhadap penyebaran virus AI di masa mendatang.
Copyrights © 2023