Virus rabies merupakan patogen zoonotik yang menyebabkan penyakit serius padamamalia, termasuk manusia. Identifikasi cepat dan akurat dari virus ini penting untukmanajemen kasus dan pencegahan penularan. Tinjauan ini mengevaluasi efektivitas duametode diagnostik utama, yaitu pemeriksaan histopatologi dan Fluorescent Antibody Test(FAT), dalam mendeteksi virus rabies. Pemeriksaan histopatologi, yang melibatkan analisisstruktur sel dan jaringan secara mikroskopis, telah lama menjadi standar dalam diagnosisvirus rabies Namun, kelebihan waktu yang diperlukan untuk memproses sampel dankompleksitas prosedurnya dapat menjadi kendala. FAT menggunakan antibodi fluoresen untukmendeteksi antigen virus rabies secara langsung dalam jaringan yang terinfeksi. Metode inidikenal karena kecepatan hasilnya, tetapi kemungkinan adanya hasil palsu positif dan negatifmemerlukan peninjauan kritis. Peninjauan ini memberikan wawasan mendalam tentangperkembangan terkini dalam diagnosis virus rabies dan memberikan dasar untuk pemilihanmetode diagnostik yang paling efektif dalam konteks penelitian dan pengelolaan penyakit ini.Hasil menunjukan bahwa pemeriksaan FAT lebih efektif karena Metode ini dapat memberikanhasil dalam waktu yang relatif singkat dan Proses FAT lebih sederhana serta peralatan yanglebih mudah diakses dibandingkan Histopatologi.
Copyrights © 2023