Industri kreatif di Indonesia yang terus berkembang, kemampuan pihak di dalamnya untuk berinovasi tentunya memiliki peran penting dalam mempertahankan dan mengembangkan industrinya guna menyesuaikan diri dengan perubahan atau perkembangan kompetitornya. Diperlukan sikap dan perilaku produktif yang didukung dengan kreativitas dan perilaku kerja inovatif. Modal psikologis memiliki dampak langsung pada perilaku kerja inovatif, kemampuan mengoptimalkan akan mampu meningkatkan kinerjanya dan membawa kesuksesan individu dan kelompok. Penelitian bertujuan untuk mengetahui secara empirik apakah terdapat hubungan antara psychological capital dengan perilaku kerja inovatif di instansi X cabang Kota Padang wilayah Sumatera barat. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psychological capital dan skala perilaku kerja inovatif menggunakan metode sampel jenuh untuk menentukan jumlah sampel. Pegawai yang digunakan sebagai sampel penelitan adalah 41 orang. Hasil koefisien validitas pada psychological capital dengan nilai corrected item-total correlation berkisar antara 0,322 sampai dengan 0,665 sedangkan koefisien reliabilitasnya sebesar 0,862. Hasil koefisien validitas pada skala Perilaku Kerja Inovatif berkisaran antara 0,313 sampai dengan 0.607 sedangkan koefisien reliabilitasnya sebesar 0,790. Berdasarkan analisis data, nilai korelasi 0,540 dengan tingkat signifikansi 0,001 diperoleh, yang berarti hipotesis diterima. Ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara psychological capital dengan perilaku kerja inovatif dengan arah positif pada pegawai di instansi X cabang Kota Padang wilayah Sumatera Barat. Kontribusi efektif dari variabel Psychological Capital pada Perilaku Kerja Inovatif adalah sebesar 29% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
Copyrights © 2024