Era kontemporer selalu menuntut segala keilmuan dari sudut pandang positivistik sebagai paradigma kebenaran dari ilmu pengetahuan, keabsahan dan sumbernya menjadi masalah tersendiri bagi eksistensi pesantren salaf. Otoritas keilmuan kiai dianggap penting dalam rangka menjawab kritik manusia modern kontemporer, sehingga otoritas keilmuannya tidak dapat dipungkiri atau diragukan karena memiliki karakter keilmuan secara umum, baik bidang ilmu pengetahuan dan kiai tidak hanya sebagai tokoh tetapi juga sebagai ilmuwan dalam bidang agama. Tulisan ini diharapakan dapat menjelaskan bahwa otoritas kiai memiliki pengaruh yang besar terhadap jalannya pesantren begitu juga memberikan dampak perubahan terhadap cara berfikir dan perilaku para santrinya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif lapangan, maka metode yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi, kemudian dilakukan analisa data seperti analisa komponensial. Serta dilakukan validitas dan reliabilitas, dengan cara triangulasi teknik, triangulasi waktu, FGD, analisis kasus negatif, dan mengadakan member check; uji transferbility, uji dependability, dan uji confirmability. Hasil dari penelitian ini melalui prespektif Filsafat Sosiologi Max Weber tentang otoritas, bahwa otoritas kia memberi pengaruh terhadap bentuk pola pendidikan pesantren serta memberi pengaruh yang besar terhadap cara berfikir dan tingkah laku masyarakat pesantrennya dengan menggunakan pendekatan internalisasi sosial menurut Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Salah satu contoh hasil pengaruh otoritas kiai adalah inovasi yang dilakukan kiai dalam dunia pendidikan pesantren yang biasa identik menjauhi teknologi dan media komunikasi tapi malah justru sebaliknya, kiai mencontohkan bahkan meminta santrinya memperdalam skill teknologi dan informasi khususnya dalam pengembangan sosial media seperti Youtube, Website dll sehingga santri dapat beradaptasi dan terbiasa dengan penggunaan sosial media sebagi media dakwah masa kini.
Copyrights © 2023