Senyawa flavonoid dan tanin pada daun salam serta protein pada ikan gabus dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Kebaruan penelitian ini adalah kombinasi komponen alami dari tumbuhan (daun salam) dan hewan (gabus) sebagai agen antihiperglikemik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas fraksi aktif ekstrak etanol daun salam (FAEEDS) dan ekstrak ikan gabus (EIG) dalam menurunkan KGD pada tikus yang diberi glukosa 40% secara oral. Penelitian menggunakan 30 ekor tikus yang dibagi menjadi enam kelompok perlakuan. Kelompok 1 mendapat akuades, kelompok 2 mendapat FAEEDS 250 mg/kg bb, kelompok 3 mendapat EIG 250 mg/kg bb, dan kelompok 4 mendapat FAEEDS 250 mg/kg bb dan EIG 250 mg/kg bb, kelompok 5 mendapat FAEEDS 500 mg/kg dan EIG 250 mg/kg bb, kelompok 6 mendapat FAEEDS 750 mg/kg bb dan EIG 250 mg/kg bb. Sebelum pengobatan, tikus diberi dosis oral glukosa 40%. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa FAEEDS dan EIG mampu menurunkan kadar gula darah pada tikus. Tingkat persentase pengurangan setelah 120 menit adalah ↑18,81%, ↓68,18%, ↓57,00%, ↓71,07%, ↓71,33%, dan ↓70,14% pada kelompok perlakuan. Dari persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa kelompok 5 merupakan dosis optimal untuk menurunkan KGD pada tikus.
Copyrights © 2024