Konfrensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia di Stockholm (Deklarasi Stockholm) pada Juni 1972 menunjukan sebuah panggilan pembaharuan dalam memperhatikan alam. Melalui pembaharuan ini lapisan masyarakat dunia mulai sadar akan setiap ancaman dari kerusakan lingkungan bagi keberlangsungan hidup seluruh ekosistem dunia (ada sebuah kebenaran yang baru tersingkap atau mungkin hal ini telah diketahui). Tulisan ini akan berfokus pada penggalian dan meneliti literatur/kepustakaan yang ada dan tidak melakukan penelitian lapangan. Kajian ini diawali dengan fenomena yang terjadi mengenai kedudukan antara Allah, manusia, serta alam. Hubungan ini membawa kepada sebuah tanda perjanjian dan tekad Allah bahwa tidak ada lagi kehidupan yang akan dihanyutkan dan dihabiskkan oleh Air Bah (Kej. 9:11). Memperhatikan di Kej. 8:21 bahwa tekad Tuhan ini berasal dari hati-Nya untuk tidak membinasakan bumi seperti yang telah Ia lakukan, kekuatan dari tekad Tuhan ini menggambarkan pembangunan hubungan kembali Allah, alam, dan manusia. Kisah ini menjadi sebuah rujukan penulis anonim deutro Yesaya (Yes 40-55).
Copyrights © 2023