Penelitian ini bertujuan untuk membongkar penyajian lanskap pariwisata di Malang dalam komik petualangan di Malang karya Faza Meonk dan konteks politik yang melingkupinya.Kebaruan penelitian ini adalah menempatkan komik sebagai praktik diskursif. Naratologi komik dan konsep lanskap pariwisata digunakan sebagai teori. Secara metodologis, data dihimpun dengan penyimakan, pemindaian, dan dianalisis secara interpretatif. Hasil penelitian menempatkan praktik kepariwisataan, Malang memiliki lanskap wisata. Diawali wisata kampung (kota), wisata berbasis alam (kabupaten), dan wisata artifisial (Kota Batu). Tiap lanskap memiliki atraksinya masing-masing, yang dikunjungi oleh Juki, Mang Awung, dan Sam Ongis sebagai subjek wisatawan. Lanskap tersebut digambarkan dengan dua kode: realistis dan kartun. Kedua kode mengimplikasikan perjumpaan ideologis, yaitu informasi dan fakta pariwisata secara objektif yang berdampingan dengan cerita dan fiksi yang subjektif. Perjumpaan ini menempatkan komik sebagai modal budaya dalam kebijakan publik pariwisata sebagai konteks politik yang melingkupi produksinya.
Copyrights © 2024