ABSTRACTBackground: Forensic identification for criminal investigations can utilize thebite record method. In certain cases where bite record data is unavailable, thetechnique of cheiloscopy can be employed. A forensic odontology identification method called cheiloscopy uses thelips' mucosal surface grooves and wrinkle patterns to identify individuals. Lip print patterns are distinctive and reliable evidence in criminal cases since they don't change from as early as six weeks of pregnancy until themoment of death. Purpose: Thepurpose of this study is to investigate thedifferences in lip print patterns between men and women. Methods: Theresearch methodology employed is an analytical survey with a cross-sectional design. Thestudy sample comprises 21 pairs of male and female active pre-clinical students from theclass of 2020-2022. Red lipstick was placed consistently to thevermilion border of therespondents' lips, and then printed with transparent tape. Thelip prints were analyzed by categorizing them into six quadrants using theSuzuki-Tsuchihasi classification method in order to identify thespecific lip print pattern. Results: Thechi-square test analysis revealed a statistically significant difference between thetwo groups, with a p-value below 0.05. Men had a higher prevalence of Type III lip prints, whereas women showed a higher prevalence of Type I lip prints. Conclusion: Men's and women's lip print patterns differ significantly from one another.Keywords : Lip Prints; Gender; Banjar Ethnic ABSTRAK Latar Belakang: Identifikasi forensik untuk investigasi kriminal dapat menggunakan metode catatan gigit, namun dalam kasus tertentu metode yang lain dapat digunakan jika data catatan gigit tidak tersedia ialah cheiloscopy. Cheiloscopy merupakan salah satu metode identifikasi odontologi forensik yang memerlukan media berupa pola sidik bibir yang terdapat pada mukosa bibir manusia sebagai sarana identifikasi.Pola sidik bibir dapat menjadi barang bukti dalam penanganan kasus kejahatan karena memiliki sifat yang unik dan stabil antar individu. Pola sidik bibir juga tidak dapat berubah sejak 6 minggu kehidupan seorang manusia pada masa kehamilan hingga meninggal dunia. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menganalisis perbandingan pola sidik bibir antara pria dan wanita. Metode Penelitian: Desain cross-sectional dan survei analitik adalah metode penelitian yang digunakan. Sebanyak 21 pasang mahasiswa preklinik aktif pria dan wanita dari preklinik angkatan tahun 2020-2022 menjadi sampel penelitian. Lipstik merah diaplikasikan secara merata pada batas vermilion bibir responden lalu dicetak dengan selotip bening dan hasil cetakan ditempelkan pada buku penelitian. Cetakan sidik bibir dianalisis dengan membagi menjadi 6 kuadran menggunakan metode klasifikasi Suzuki-Tsuchihasi untuk menentukan tipe pola sidik bibir. Hasil: Hasil analisis uji chi-square menunjukkan <0,05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara pria dengan wanita. Pola sidik bibir tipe III dominan pada pria dan tipe I pada wanita. Kesimpulan: Adanya perbedaan yang bermakna antara pola sidik bibir pria dan wanita. Kata kunci : Etnis Banjar, Jenis Kelamin, Sidik Bibir
Copyrights © 2024