Raja Chulalongkorn dari Kerajaan Siam (Thailand) berkunjung ke Keraton Yogyakarta pada tahun 1896 dalam rangka menguatkan hubungan diplomatik di antara dua kerajaan. Selama lawatan berlangsung, Raja Chulalongkorn menulis catatan perjalanan yang menarasikan budaya dan tradisi Jawa serta persepsinya sebagai penguasa Kerajaan Siam terhadap Keraton Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya dan tradisi Keraton Yogyakarta dari perspektif Raja Chulalongkorn. Data penelitian bersumber dari Itinéraire d’un voyage à Java en 1896. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya dan tradisi yang disorot oleh Raja Chulalongkorn berkaitan erat dengan gaya berpakaian dan tradisi resepsi di lingkungan Keraton Yogyakarta. Perbedaan budaya dan tradisi yang dimiliki pada diri (self) dan liyan (other) menciptakan momentum untuk memperkuat eksistensi identitas masing-masing.
Copyrights © 2024