Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen konflik sebagai upaya dalam mengatasi konflik narapidana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik narapidana terjadi karena adanya pungli, narapidana kabur, pencurian barang, dan faktor utama terjadinya konflik yaitu overcrowded dan overcapacity dan upaya yang harus dilakukan yaitu peningkatan terhadap pengawasan dan pengamanan narapidana, pelaksanaan program pembinaan baik program pembinaan kepribadian maupun kemandirian harus secara menyeluruh, sehingga dalam pelaksanaan pembinaan dapat mencapai hasil yang optimal dan peran pemimpin dalam suatu organisasi sangat dibutuhkan, sehingga integritas petugas lapas dalam menjalankan petugas tetap terjaga bahkan terjadi peningkatan.
Copyrights © 2023