Kemiskinan dan pengangguran di Bali, terutama di Kabupaten Klungkung, mengalami peningkatan yang signifikan selama tiga tahun terakhir akibat pandemi Covid-19. Tingkat kemiskinan di Bali meningkat dari 3,61% pada 2019 menjadi 4,72% pada 2021, sementara tingkat pengangguran di Klungkung meningkat dari 1,57% pada 2019 menjadi 5,37% pada 2021, sehingga menempati urutan 5 sebagai daerah dengan pengangguran tertinggi di Bali. Untuk mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Klungkung, perlu dibangun fasilitas yang dapat membantu mengembangkan industri kreatif dan memajukan perekonomian. Oleh karena itu, dirancanglah sebuah pusat kreatif masyarakat bernama "Klungkung Creative Center" yang berfungsi sebagai pusat pengembangan kreativitas dan industri kreatif. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan ruang dan fasilitas yang dapat digunakan oleh masyarakat Klungkung, seperti pusat inkubasi bisnis, creative center, co-working space, dan makerspace. Pengguna fasilitas ini terdiri dari beberapa kelompok, yaitu pengelola, pelajar dan mahasiswa, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, dan masyarakat. Arsitektur berperan penting dalam menciptakan kondisi dan infrastruktur yang memadai bagi masyarakat Klungkung sehingga dapat meningkatkan potensi ekonomi dan kreativitas mereka. Diharapkan dengan adanya fasilitas ini, masyarakat Klungkung dan sekitarnya dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kreativitas mereka serta memajukan prestasi, ekonomi, dan pariwisata di daerah tersebut.
Copyrights © 2023