Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat  Dalam Penataan Dan Perencanaan Master Plan Ruang Terbuka Publik Di Sekitar Area Beji Pura Dalem Di Desa Siangan, Gianyar, Bali Hartawan, I Putu; Agustini, Ni Komang Ayu; Subamia, I Nyoman
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 10 (2024): Agustus
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/byyvrh44

Abstract

Terdapat beberapa permasalahan pada Ruang Terbuka Hijau di Sekitar Area Beji Pura Dalem Siangan. Ruang terbuka hijau dan landscape pada area pinggir sungai yang tidak tertata, kondisi eksisting saat ini area tersebut dipenuhi oleh pohon eksisting dan semak-semak yang tidak terawat. Kurangnya ruang untuk rekreasi seperti, tempat untuk bersantai, tempat untuk memancing, padahal jika dilihat dari segi potensi sungai dan lingkungan yang masih alami area ini sangat berpotensi dijadikan ruang rekreasi. Ruang terbuka hijau ini sering dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar. Solusi yang ditawarkan adalah pedampingan dalam penyusunan dokumen master plan penataan dan perencanaan, dilanjutkan dengan pedampingan dalam pembuatan Rencana Anggaran Biaya yang nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk pembuatan proposal pengajuan dana ke pemerintah atau CSR. Metode pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat  Dalam Penataan dan Perencanaan Master Plan Ruang Terbuka Hijau di Sekitar Area Beji Pura Dalem Di Desa Siangan, Gianyar ini terdiri dari observasi awal, observasi lanjutan, usulan desain master plan penataan dan perencanaan, FGD, pembuatan gambar detail, dan pedampingan pembuatan Rencana Anggaran Biaya dan proposal pengajuan dana. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu, Dokumen Gambar Master Plan Penataan dan Perencanaan dalam wujud gambar 2 dimensi dan gambar 3 dimensi beserta Rencana Anggaran Biaya global. Harapan mitra Ruang Terbuka Hijau ini nantinya dapat sebagai ruang untuk rekreasi, ruang penunjang kegiatan wisata ritual pada Beji Pura Dalem Siangan, dan dapat menjadi salah daya tarik wisata di Desa Siangan.
Analisis Bangunan Pengaman Pantai menggunakan Kubus Beton di Pantai Keraya Kalimantan Tengah S Ardi, Alton; Hartawan, I putu; Setiawan, M Hendro; Mahardika, Rizky Dwiyan; Sudarto
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (Desember 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i2.107

Abstract

Pantai Keraya yang terletak di Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah memiliki permasalahan yaitu kemunduran garis pantai berkisar 5 – 10 m dalam kurun waktu 14 tahun terakhir akibat erosi. Penanganan erosi dilakukan dengan cara pembangunan pengaman pantai dengan menggunakan desain bangunan tipe pemecah gelombang dan revetment, untuk menghasilkan bangunan yang handal dibutuhkan identifikasi lapangan berupa pengumpulan data primer yang digunakan dalam analisis teknis sebagai dasar desain. Berdasarkan data model ERA-5, kondisi ekstrim kala ulang 100 tahun saat musim barat diperoleh gelombang signifikan (Hs) sebesar 2,717 m dengan periode 6,78 detik serta kecepatan angin 14,12 m/detik. Penjalaran gelombang dari laut dalam ke lokasi kajian dimodelkan dengan menggunakan model numerik dan didapatkan gelombang signifikan (Hs) sebesar 0,40 – 0,51 m dengan periode 3,64 detik untuk masing – masing lokasi rencana bangunan. Untuk meningkatkan nilai keamanan bangunan, digunakan 1,37Hs untuk perhitungan gelombang desain (Hd) sehingga diperoleh nilai untuk alternatif pemecah gelombang sebesar 0,70 m dan revetment sebesar 0,55 m. Dari hasil kajian analisis data di Pantai Keraya didapat 2 alternatif perencanaan desain bangunan pengaman pantai yang dapat digunakan sebagai bentuk penanganan permasalahan erosi yaitu desain revetment dengan elevasi struktur +2,50 m dari MSL 0 serta berat armor kubus lapisan primer 150 kg dan alternatif lainnya yaitu desain bangunan pemecah gelombang pada bagian kepala dengan elevasi struktur + 2,20 m dari MSL 0 dan berat armor kubus lapisan primer 150 kg serta pada bagian badan dengan elevasi struktur + 2,20 m dari MSL 0 dan berat armor kubus lapisan primer 150 kg.
Impact Analysis of Land Use on Time Lag and Peak Discharge in the Downstream Area of Sadia Watershed Bima City West Nusa Tenggara using HEC-HMS and SCS-CN Hartawan, I Putu; Siddik, Firmana; Firmana, Ary; Susetyo, Ekanto Wahyudi; Harlan, Dhemi; Handyastono, Bagus; AS Algoul, Mohammed
TEKNIK Vol 46, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v46i3.75074

Abstract

Flood events have frequently occurred in the downstream area of the Sadia Watershed (DAS) in Bima City, West Nusa Tenggara. In recent years, the overflow of the Sadia River has been triggered by land use changes and the impacts of climate change. This study aims to analyze land cover changes in 2015, 2019, and 2022, and to evaluate their impact on flood peak discharge using hydrological simulations, land cover data were analyzed using ArcGis software and integrated with hydrological modeling using HEC-HMS. The Synthetic Unit Hydrograph (HSS) SCS-CN method was used in the simulation with a 25-year return period, following calibration of the Sadia River’s bank full discharge to ensure model accuracy. The simulation results showed an increase in the peak discharge entering the Sadia River, from 156,20 m³/s in 2015 to 164,80 m³/s in 2019, and 167,00 m³/s in 2022. Additionally, the time lag decreased from 445.15 minutes in 2015 to 431.84 minutes in 2019 and 429.88 minutes in 2022. The increase in the Curve Number (CN) value and impermeable area indicates a reduction in soil infiltration capacity due to land conversion. However, climate factors, such as increased rainfall intensity, also contributed to the rise in peak discharge. These findings can serve as a basis for better land use management and emphasize the importance of considering climate factors when designing flood risk mitigation efforts, especially in the face of increasing flood events.
Pengendalian Banjir Sungai Cikeruh Sapan Kabupaten Bandung Hartawan, I Putu; Nur Ahmadito, Ardy; Setyo Qhairaan, Laifhan; Zudan , Ahmad; Herlambang , Agil; Arisandi, Enggar
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/yp0wfb81

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi dan membandingkan strategi pengendalian banjir di kawasan Sungai Cikeruh, Sapan, Kabupaten Bandung, yang rawan banjir akibat luapan sungai dan perubahan tata guna lahan. Analisis hidrologi menggunakan data curah hujan maksimum tahunan (2001–2023) menunjukkan bahwa distribusi Gumbel paling sesuai untuk menentukan hujan rencana. Debit puncak banjir periode ulang 20 tahun diperoleh sebesar 150 m³/s menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis (SCS) yang telah dikalibrasi. Simulasi hidraulika dengan HEC-RAS 2D membandingkan kondisi existing dengan dua alternatif: pembangunan tanggul dan normalisasi sungai. Hasil menunjukkan bahwa pembangunan tanggul efektif menghilangkan genangan, sementara normalisasi sungai meningkatkan kapasitas aliran dari 75 m³/s menjadi 136,67 m³/s, meskipun terdapat kebocoran pada drainase kecil. Evaluasi alternatif menggunakan metode Weighted Average berdasarkan tujuh kriteria, termasuk efektivitas, biaya, dan dampak sosial. Hasilnya, pembangunan tanggul dipilih sebagai solusi paling efektif dan efisien. Penelitian ini memberikan rekomendasi teknis dalam perencanaan pengendalian banjir Sapan, dengan penekanan pada pentingnya pemeliharaan sistem secara berkelanjutan.  
Pengaruh penataan street furniture terhadap kenyamanan pejalan kaki di Koridor Ngurah Rai, Gianyar Utari, Cokorda Istri Arina Cipta; Hartawan, I Putu
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 6 No. 2 (2023): Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v6i2.752

Abstract

Kota Gianyar Elemen street furniture merupakan satu kesatuan dengan elemen tata kota lainnya yang memberikan citra dan karakter khusus pada suatu kota yang dapat meningkatkan identitas kota itu sendiri. Kota Gianyar merupakan kawasan komersial, yaitu tepatnya di sepanjang Jalan Ngurah Rai yang merupakan pusat perdagangan, pemerintahan maupun rekreasi. Sebagai kawasan komersial, Sehingga kualitas fisik sangatlah penting pada kawasan ini. Sebagai salah satu kota komersial, kawasan ini belum sepenuhnya berbenah dan memperbaiki sarana dan prasarana yang ada seperti halnya penataan elemen street furniture yang merupakan salah satu elemen pendukung sebuah ruang publik. Hal ini dapat dicapai dengan perancangan street furniture /perabotan jalan yang memiliki fungsi dan kualitas yang baik dan saling terintergrasi dengan elemen wajah jalan lainnya untuk menghindari ketidakterpaduan lingkungan. Kebutuhan akan street furniture sebagai fasilitas ruang terbuka publik semakin dirasakan dan dibutuhkan oleh masyarakat terutama bagi pejalan kaki sebagai elemen pendukung ruang publik yang ramah di Kota Gianyar untuk memberikan kenyamanan bagi para penggunanya. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekaatan kualitatif. Pendekatan Kualitatif dilakukan pada proses observasi dan analisis elemen street furniture dan kenyamanan pejalan kaki di koridor Ngurah Rai, Gianyar. Penelitian ini bertujuan menciptakan, meningkatkan infrastruktur kota yang nyaman dan ramah bagi pejalan kaki dari berbagai golongan, baik dari segi akses, estetika, keamanan, dan keselamatan serta kenyamanan.
Koreksi Bias Data Hujan Proyeksi Coupled Model Intercomparison Project Phase 6 (Cmip6) Di Kota Bima Hartawan, I Putu; Ibnu Malik, Muhamad Zaky; Qhairaan, Laifhan Setyo; Wiralino, Ken; Rustiawan, Irfani Zahira; Wisanggeni, Dimas Harya
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2438

Abstract

Perubahan iklim global telah memengaruhi pola curah hujan, khususnya di wilayah tropis, termasuk Kota Bima. Model proyeksi iklim seperti Coupled Model Intercomparison Project Phase 6 (CMIP6) menyediakan data penting untuk memprediksi perubahan iklim, namun sering kali mengandung bias yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan koreksi bias pada data proyeksi curah hujan CMIP6 menggunakan lima model dalam skenario SSP5-8.5, yaitu CMCC-CM2-SR5, CESM2-WACCM, ACCESS-CM2, CESM2, dan AWI-CM-1-1-MR, dengan mengintegrasikan data historis dari Global Precipitation Climatology Centre (GPCC) dan data lokal dari BMKG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data historis GPCC memiliki korelasi yang sangat kuat dengan data BMKG, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,97 dan RMSE sebesar 34,41 mm. Hasil koreksi bias data proyeksi menunjukkan bahwa empat model (CESM2-WACCM, ACCESS-CM2, CESM2, dan AWI-CM-1-1-MR) memiliki pola tren yang serupa berdasarkan analisis Weibull plotting. Sementara itu, model CMCC-CM2-SR5 menunjukkan penyimpangan pola yang signifikan. Implikasi penelitian ini adalah meningkatkan akurasi proyeksi curah hujan untuk mendukung perencanaan mitigasi risiko bencana dan pengelolaan sumber daya air di Kota Bima. Penelitian ini juga membuka peluang untuk pengembangan metode koreksi bias yang lebih efisien dengan mengintegrasikan teknologi pembelajaran mesin dan data lokal yang lebih rinci.