Generasi muda dianggap sebagai asset, pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pria dan wania dibawah umur. Pernikahan usia dini marak terjadi pada remaja desa. Dengan rendahnya pendidikan pada remaja yang melakukan pernikahan dini berdampak pada perekonomian keluarga karena sulitnya akses dalam bekerja dengan keterbatasan pendidikan. Perekonomian keluarga pada pernikahan dini bisa menjadi timbulnya masalah disebabkan oleh rendahnya pendidikan yang dimiliki. Karena jika sudah menikah dianggap sudah mampu secara ekonomi atau financial dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Sosialisasi dampak pernikahan dini pada perekonomian keluarga di Desa Banyuwangi di hadiri oleh 30 peserta mmasyarakat desa Banyuwangi, Pringsewu. Metode yang digunakan pada program pengabdian ini adalah partisipatoris (Participatory Action Research, PAR. Dalam kegiatan sosialisasi dampak pernikahan dini memberikan pemahaman pada remaja dan orang tua. Tingginya pernikahan pada usia dini menimbulkan masalah baik fisik, psikis, ekonomi, pendidikan, dan bisa mengarah pada perceraian karena faktor ekonomi yang belum matang
Copyrights © 2023