Peningkatan partisipasi pemuda dalam SDGs perlu diimplementasikan untuk membentuk kesadaran diri dari dalam pemuda tentang potensi meraka dalam mensukseskan SDGs. Potensi bonus geografis menjadi salah satu unggulan generasi muda yang dapat dimanfaatkan pemerintah. Seperti di daerah Ngasem, Penduduk usia produktif adalah 75% dari seluruh penduduk Ngasem. Malangnya, 60% penduduk di usia produktif tersebut, belum mandiri secara ekonomi. Pengabdian ini dilakukan guna mewujudkan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi di daerah Bojonegoro. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ABCD, dengan memanfaatkan asset yang dimiliki remaja IPNU dan IPPNU dan perumusan serta perwujudan mimpi Bersama dan penerapan TADE Sawiri Sintaks. Dari kegiatan ini dihasilkan skill dan kemampuan berwirausaha Remaja IPNU dan IPPNU yang dapat membantu perekonomian keluarga. Setelah pendampingan dan evaluasi selama 1 bulan, didapatkan 100% peserta mendapatkan penambahan wawasan terkait kebermanfaatan sosmed dan setidaknya 80% peserta sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti pembelian paket data secara mandiri, hasil dari wirausahanya.
Copyrights © 2024