Para siswa yang telah menyeleaikan pendidikannya di skolah menengah atas akan cenderung memiliki keingingan untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi atau ke universitas. Mahasiswa yang memilih merantau memiliki harapan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gegar budaya dengan penyesuaian diri pada mahasiswa Psikologi UKSW yang merantau di Salatiga. Dalam penelitian ini menggunakan teknik non- probability sampling yaitu quota sampling. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 100 mahasiswa Psikologi UKSW yang merantau di Salatiga. Metode pengumpulan data menggunakan Skala Culture Shock Scale untuk mengukur gegar budaya dan skala penyesuaian diri. Metode analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dari Spearman. Dari hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh koefisien korelasi sebesar 0.738 dengan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05). Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang negatif signifikan antara gegar budaya dan penyesuaian diri pada mahasiswa Psikologi UKSW yang merantau di Salatiga. Dengan demikian, bahwa semakin tinggi tingkat penyesuaian diri mahsiswa rantau, maka akan semakin rendah tingkat gegar budaya mereka alami. Begitupun sebaliknya, semakin rendah penyesuaian diri mahasiswa rantau, maka akan semakin tinggi gegar budaya yang dialami
Copyrights © 2024