Pada masa sekarang ini, penting kiranya untuk membangun kepariwisataan yang didasarkan pada kesadaran akan pentingnya inklusivitas. Artikel ini merupakan publikasi rangkuman kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Wisata Tegaren, Kab. Trenggalek, Jawa Timur. Tim pelaksana program mencoba untuk mengambil intisari dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan. Adapun intisari dari kegiatan tersebut terbagi menjadi dua, yakni 1) bahwa kesadaran inklusivitas di Tegaren telah muncul lama, yakni berbarengan dengan dirintisnya desa wisata, dan 2) adanya kesadaran akan inklusivitas tersebut akhirnya membuat kolaborasi dengan para stakeholders sangat terbantu dan dapat membantu Tegaren dalam merancang langkah konkret selanjutnya untuk mengembangkan pariwisata di desa, salah satunya melalui virtual tour. Tim pelaksana program menggunakan pendekatan partisipatoris dalam merancang, melaksanakan, serta melakukan evaluasi program pengabdian kepada masyarakat di Tegaren. Adapun pendekatan tersebut adalah participatory rural appraisal (PRA), asset-based community development (ABCD), collaborative partnership, dan community-based tourism (CBT). Dengan menggunakan banyak pendekatan partisipatoris, artinya tim pelaksana juga meletakkan peran penting pada komunitas atau masyarakat lokal di Tegaren. Peran yang semakin penting oleh komunitas atau masyarakat lokal ini yang kemudian secara simultan menumbuhkan kesadaran-kesadaran kolektif, seperti kesadaran akan inklusivitas.
Copyrights © 2023