Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Potensi Perempuan Desa Baturono, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan Dalam Peningkatan Dan Inovasi Perekonomian Desa Suksmawati, Herlina; Indriastuti, Yudiana
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2019): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.687 KB) | DOI: 10.33061/awpm.v3i2.3362

Abstract

Persaingan home industry produk Wingko Babat menuntut kelompok perempuan di Desa Baturono, Sukodadi, Kabupaten Lamongan mengembangkan cita rasa produk Wingko Babat dengan alternatif bahan dasar berbeda. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan dalam upaya inovasi perekonomian desa, perempuan desa Baturono menggunakan singkong sebagai bahan dasar Wingko Babat, sebagai upaya memanfaatkan komoditas desa tersebut. Disisi lain, mereka juga berani berupaya mengembangkan kreatifitas peningkatan rasa dengan variasi rasa yang dianggap akan dapat menarik konsumen segala usia, seperti halnya rasa durian, pandan, nangka dan strawberry sebagai bentuk inovasi terhadap olahan produk Wingko Babat. Selain itu, di era digital perempuan desa tidak hanya terbatas melakukan pekerjaan yang berorientasi pada produksi semata. Pelatihan pemanfaatan media online sebagai sarana promosi dan pemasaran layaknya industri produk makanan di perkotaan, diharapkan mampu mengembangkan usaha mereka dan memberikan pemasukan atau penghasilan keluarga.
MOTIF PEMIRSA MENONTON REALITY SHOW Be A Man DI GLOBAL TV Suksmawati, MSi, Herlina; Amalia, MSi, Diana
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2009): Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi FISIP UPN Veteran Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini terkait dengan kajian operasional yaitu segala sesuatu yang mempunyai objek pengamatan dalam hal ini terkait dengan motif pemirsa menonton tayangan Reality Show Be A Man di Global TV.  Fokus penelitian ini pada motif pemirsa Surabaya dalam menonton tayangan Reality Show Be A Man di Global TV .Penelitian menggunakan metode  survey dengan tipe analisis deskriptif untuk menggunakan dan menjelaskan motif pemirsa .Pengukuran variabel, di gunakan kategori motif , yaitu motif kognitif, motif diversi, dan motif identitas personal. Populasi yang diteliti adalah masyarakat Surabaya usia 17 tahun ke atas karena dengan asumsi mereka kritis terhadap realitas sosial yang terjadi di masyarakat dan mampu memberikan alasan yang bisa dijadikan data Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari masyarakat Surabaya  yang menonton tayangan Be A Man di Global TV. Dari teknik cluster random sampling melalui multistage random sampling di kota Surabaya, kemudian terpilih wilayah Surabaya Pusat dan Surabaya Selatan. Data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini, kemudian dimasukkan ke dalam tabulasi data yang selanjutnya dimasukkan ke dalam tabel frekuensi. Berdasarkan tabel frekuensi tersebut, data kemudian dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa apa yang diberikan Global TV  khususnya dalam tayangan Be A Man dapat diterima pemirsa dalam memberikan informasi serta wawasan tentang waria, menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya dan dapat memberikan hiburan bagi pemirsanya.
DESTINATION BRANDING WISATA BELANJA KABUPATEN MAGETAN (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Sentra Industri Di kabupaten Magetan) Farida, Siti Ning; Suksmawati, Herlina -
Jurnal Bisnis Indonesia Vol 11, No 01 (2020): Jurnal Bisnis Indonesia
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Magetan sudah cukup dikenal oleh masyarakat nusantara sebagai daerah pengrajin bahan baku kulit mulai dari proses bahan mentah menjadi bahan jadi, berbagai jenis olahan kulit samakan banyak diproduksi di daerah ini. Yang menjadi produk unggulan, salah satunya adalah sepatu kulit. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tahap pembentukan dan elemen pembentukan destination branding wisata belanja di sentra industri kulit di  Kabupaten Magetan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori message production serta goals-plans-action model dari Dillard. Beberapa konsep yang digunakan adalah konsep mengenai identitas korporat, branding, destination branding meliputi tahapan dan elemen pembentukan destination branding. Hasil penelitian ini menunjukan tahapan pembentukan sentra industri kulit sebagai destination branding Kabupaten Magetan, diawali dengan menentukan segmentasi pasar, lalu selanjutnya membangun identitas dan yang terakhir adalah mengimplementasikan keberadaan sentra industri kulit sebagai destination branding. Elemen pembentukan sentra industri kulit sebagai destination branding Kabupaten Magetan ada pada produk yang dimiliki oleh sentra industri kulit tersebut. Ciri khas dan kelebihan produk yang dimiliki oleh sentra industi kulit membentuk elemen brand identity dan brand essence serta brand image pada destination branding Kabupaten Magetan.   Kata kunci : Destination branding, Brand Identity, Brand Image, Sentra Industri Kulit, Kabupaten Magetan.  
From Globalisation to Glocalisation: A Study Case from Galengdowo, Jombang Suksmawati, Herlina; Kusuma, Ade; Hapsari, Renitha Dwi; Firdaus, Praja
Nusantara Science and Technology Proceedings 5th International Seminar of Research Month 2020
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2021.0952

Abstract

This two-year study highlights the success of Bancakan Salak, a tourism event held in Galengdowo, to minimize the number of urbanization in Jombang. While modernization and globalization are all around the country-side, the threat of urbanization for rural areas is becoming significant and causes a slow-down. The event subsequently has been gradually changed the posture of Galengdowo’s population. Young people are more eager to live in their village now. This cultural tourism even became very helpful in empowering the lives in Galengdowo. Bancakan Salak had attracted many locals until international tourists come. By using the quantitative method and qualitative analysis, this study has hypothetically stated that Bancakan Salak could be even more successful because of the factor of its local champions. We are also articulating the concepts of glocalization and community-based tourism. Based on the research, we found that the government of the village plays a big role in shaping the situation. The head of the village and his secretary are examples of local champions. Their role signifies one part that is very crucial in building community-based tourism (CBT) which is leadership. This strong leadership is also built under the support of persistency, broader knowledge, and working networks.
Strategi Komunikasi Pemasarandalam Upaya Mengembangkan Pariwisata di Kabupaten Magetan Suksmawati, Herlina
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Dinamika Governance
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.454 KB) | DOI: 10.33005/jdg.v8i1.1217

Abstract

Pariwisata merupakan sebuah industri hiburan yang sangat dibutuhkan oleh setiap orang.Kebanyakan orang disibukkan dengan pekerjaan atau rutinitas sehari-hari yang monoton, menyebabkan timbulnya suatu kejenuhan.Objek wisata menjadi hal yang menarik untuk diteliti, karena pada saat ini Kabupaten Magetan memiliki berbagai tempat wisata yang masih banyak belum dikembangkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Magetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan strategi komunikasi pemasaran dan hambatan DinasPariwisata  dalam upaya mengembangkan pariwisata Kabupaten Magetan. Adapun permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana strategi komunikasi pemasaran dan hambatan Dinas Pariwisata Kabupaten Magetan dalam upaya mengembangkan pariwisata di Kabupaten Magetan.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode diskriptif kualitatif memalui wawancara mendalam, serta observasi di lokasi dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan strategi komunikasi pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Magetan dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata dengan melakukan tahapan pendataan/inventarisasi, perencanaan, dan pelaksanaan. Selanjutnya hambatan yang ditemukan dalam proses penyusunan strategi pemasaran adalah minimalnya komunikator, pesan, dan media serta sarana dan prasarana yang kurang memadai.Kata Kunci :Strategi Komunikasi Pemasaran, Dinas Pariwisata, Kabupaten Magetan. DOI   https://doi.org/10.33005/jdg.v8i1.1217
Inovasi Decoupage untuk Inovasi Pemberdayaan Perempuan Desa Tegaren, Trenggalek Herlina Suksmawati; Arin Setiyowati; Ayu Rikza; Praja Nuryananda
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v2i3.9976

Abstract

Kegiatan pengabdian ini berfokus pada pemberdayaan perempuan lokal Desa Tegaren, Kabupaten Trenggalek, dengan instrumen produk kerajinan besek bambu berteknik decoupage (pewarnaan) untuk meningkatkan kapasitas ekonomi desa sekaligus menaikkan kesejahteraan keluarga. Beberapa kelompok perempuan lokal telah menjadikan produk kerajinan bambu sebagai salah satu karya yang menghasilkan penghasilan tambahan untuk keluarga mereka. Namun demikian, para perempuan lokal tersebut terbukti masih belum mampu mengembangkan produk kerajinan bambu yang mereka tekuni. Oleh karenaitu, dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat observasi partisipatif, pengabdian masyarakat ini akan bertumpu pada peran perempuan lokal Tegaren untuk meningkatkan kapasitas ekonomi sosial mereka dan desa. Beberapa konsep teoretik yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan sosial, pendampingan, pelatihan, decoupage, peningkatan kapasitas ekonomi (economic leverage), metode asset-based community development (ABCD), dan pemberdayaan perempuan. Hasil utama dari kegiatan pengabdian masyarakat ini termanifestasikan menjadi dua, yakni (1) peningkatan kapasitas perempuan pengrajin besek bambu sehingga mereka dapat membuat besek dengan teknik decoupage dan (2) besek hasil karya mereka dapat dijadikan sebagai bingkisan wisata desa.Kata Kunci: Pemberdayaan Perempuan, Besek, Peningkatan Kapasitas Ekonomi, Desa
Besek Tegaren: ABCD, CBT, dan Glokalisasi dalam Satu Kemasan Herlina Suksmawati; Megahnanda Alidyan; Roziana Febrianita; Praja Firdaus Nuryananda
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v2i1.29848

Abstract

Desa Tegaren adalah salah satu desa di Kabupaten Trenggalek yang diarahkan untuk mengembangkan kepariwisataannya. Desa Tegaren sendiri menyimpan potensi yang besar dalam hal eduwisata. Atraksi eduwisata yang paling utama adalah besek (proses pembuatan besek). Hampir 100% penduduk perempuan di Desa Tegaren memiliki pekerjaan tambahan sebagai pengrajin besek. Oleh karena itu, besek telah membentuk ekosistem dan sendi-sendi kehidupan di Desa Tegaren. Dengan menggunakan pendekatan ABCD dan CBT, tim pengabdian masyarakat membantu masyarakat Desa Tegaren dalam pengembangan eduwisata di desa mereka. ABCD dan CBT digunakan sebagai pendekatan yang lebih mengutamakan masyarakat lokal, sehingga dua pendekatan ini mampu meminimalisir permasalahan konflik horizontal yang terjadi antar pemangku kepentingan. Dalam pelaksanaan kegiatan, tim pengabdian masyarakat juga berhasil mengartikulasikan konsep glokalisasi sebagai salah satu konsep yang digunakan untuk menambah nilai global dari komoditas besek. Hal ini tercermin dari adanya program Bekurban yang diadakan untuk menjadi reaksi lokal atas permasalahan global sampah plastik di laut. Dengan masuknya norma global dalam besek, maka eduwisata di Desa Tegaren berpotensi tidak hanya mewujud sebagai eduwisata lokal, tapi juga bisa mewujud sebagai eduwisata global.
Persepsi Generasi Milenial Terhadap Hari Belanja Online Nasional Pada E-Commerce Shopee Nabila Dafa Purwa; Herlina Suksmawati
Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/exp.v5i1.3533

Abstract

Hari Belanja Online Nasional atau yang disebut dengan HARBOLNAS merupakan hari dimana Shopee mengajak masyarakat mengenal kemudahan dalam berbelanja online. Fenomena Hari Belanja Online Nasional (HARBOLNAS) sangat digemari masyarakat luas. Hal tersebut dikarenakan Shopee mengadakan banyak promo gratis ongkos kirim dengan minimum belanja sehingga banyak mengubah presepsi masyarakat tentang belanja online. Namun dari fenomena tersebut masyarakat juga menganggap bahwa hal tersebut dapat membuat berperilaku konsumtif, karena dapat membuat masyarakat tergiur dengan adanya promo-promo menarik yang ditawarkan, dengan melibatkan Brand Ambasador ternama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi generasi milenial terhadap Hari Belanja Online Nasional pada e-commerce Shopee. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (in depth interview) dan observasi menggunakan google form yang di bagikan melalui Instagram dan Whatsapp untuk mencari dan menyaring informasi. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif Miles, Huberman dan Saldana, yaitu melalui tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas informan berpersepsi positif dengan banyaknya promo, diskon, gratis ongkir, voucher, cashback, sistem pembayaran yang mudah, serta barang lengkap dan up to date. Berdasarkan presepsi tersebut dapat disimpulkan bahwa tampilan Shopee dan brand ambassador tidak memberikan pengaruh kepada informan. Kata Kunci: e-commerce, belanja online, generasi milenial, hari belanja online nasional, persepsi
DIALOG GLOBALISASI DAN IDENTITAS: STUDI KASUS FESTIVAL BANCAKAN SALAK DI JOMBANG Herlina Suksmawati; Dias Pabyantara; Praja Firdaus Nuryananda
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak bisa dipungkiri bahwa globalisasi merupakan exogenous driving force akan banyak perubahan sosial dan politik selama beberapa dekade terakhir. Sebuah fenomena sosial politik yang semakin kentara dalam perkembangan ini adalah tercerabutnya identitas sebuah entitas sosial politik, termasuk masyarakat yang ada di Indonesia. Dengan angka penetrasi internet yang semakin tinggi, tercerabutnya budaya ini terasa sampai ke daerah. Namun, bukan berarti kearifan lokal masyarakat Indonesia hilang begitu saja. Bancakan Salak adalah salah satu budaya kontemporer yang berusaha untuk mempertahankan unsur-unsur kearifan lokal. Kata “bancakan” sendiri bermakna sebagai “bentuk rasa syukur” dengan menggelar makan bersama. Salak, pada sisi yang lain, adalah komoditas perkebunan utama di Dusun Pengajaran, Desa Galengdowo, Kec. Wonosalam, Jombang. Bancakan Salak menjadi sangat menarik untuk diteliti jika dikaitkan dengan tergerusnya budaya karena globalisasi. Maka, penelitian ini mencari tahu seluk beluk perjuangan pemerintah desa Galengdowo untuk tetap melestarikan budaya dan kearifan lokal yang ada di tengah pusaran globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mix method). Adapun instrumen penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data primer maupun sekunder adalah wawancara, observasi, dan kuisioner. Dengan tiga instrumen tersebut, diharapkan tim peneliti mendapatkan gambaran yang jelas bagaimana sejarah Bancakan Salak dan mengapa tradisi Bancakan Salak dibuat lagi oleh pemerintah desa Galengdowo.
Influence of Service Quality on Students’ Satisfaction in Using the Library of UPN "Veteran" Jatim Rusdi Hidayat; Megahnanda A.K; Herlina Suksmawati
Nusantara Science and Technology Proceedings International Seminar of Research Month Science and Technology in Publication, Implementation and Co
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many people stated that the library is the heart of university. This study is conducted it the Library of UPN “Veteran” of East Java. Library of UPN "Veteran" of East Java provides services to the users based on the dimensions determined in servqual. Nevertheless, the application of indirect servqual dimension assurances the satisfaction in using library services, for it is crucial to figure out the application of servqual at the library of UPN "Veteran" of East Java so that the service provided by the staff can satisfy the library user.The purposes of this study are 1) to determine the effect of service quality (reliability, responsiveness, assurance, empathy and direct evidence) to the students’ satisfaction in using the library of UPN "Veteran" of East Java, 2) Service quality dimension that mostly affect students satisfaction of UPN "Veterans" of East Java. The method used in this study is a survey method using questionnaires as a tool of data collection, with the unit of analysis is a student of the library in UPN "Veteran" of East Java. The sampling technique in this research is Simple Random Sampling. The data analysis technique used in this research is Multiple Linear Regression to find out the dimension of reliability, responsiveness, assurance, empathy, and direct evidence which simultaneously or partially influence to the students’ satisfaction in using the library of UPN "Veteran" of East Java. The interim results of this study showed that the quality of service (reliability, responsiveness, assurance, empathy and direct evidence) simultaneously have a significant effect on the students’ satisfaction on the library services of UPN "Veteran" of East Java. Secondly, the dimensions of reliability, responsiveness, empathy and direct evidence have a significant effect on student satisfaction while the assurance dimension has no significant effect.