Pandemi Covid-19 menyebabkan jumlah penduduk miskin bertambah lebih dari 26 juta orang pada Maret 2020. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak tahun 2017. Untuk menyelamatkan hidup keluarga miskin yang terdampak pandemi, Pemerintah melalui Kementerian Sosial berupaya untuk memaksimalkan program Bantuan Sosial Tunai (BST). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak program BST terhadap kemiskinan rumah tangga penerima program BST di Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan membagi rumah tangga menjadi kelompok treatment dan kelompok control. Kelompok treatment dalam penelitian ini adalah rumah tangga penerima program BST. Sedangkan kelompok control adalah rumah tangga yang tidak menerima program BST. Penelitian ini menggunakan data primer dari 80 rumah tangga di Desa Karihkil, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Untuk mendapatkan kelompok control yang serupa dengan kelompok treatment, penelitian menggunakan metode propensity score matching (PSM) dengan model probit. Metode analisis kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode difference in difference (DID). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program BST tidak memberikan dampak signifikan terhadap kemiskinan rumah tangga di Kabupaten Bogor.
Copyrights © 2024