Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya anak tunagrahita berat (care-able) di SDN Rejomulyo yang mengalami kesulitan dalam membuka jajanan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membuka jajanan pada anak tunagrahita. Dalam penelitian ini menggunakan subjek tunggal sehingga menggunakan bentuk penelitian Single Subject Research atau biasa disebut penelitian subjek tunggal. Peneliti menggunakan analisis visual grafis untuk mengolah data hasil observasi lapangan yang telah diperoleh. Model pembelajaran ini menerapkan metode praktek dan latihan, yaitu suatu teknik untuk memudahkan siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi melalui praktek langsung yang ditunjukkan oleh peneliti kemudian subjek diminta untuk berlatih sesuai arahan yang diberikan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, intensitas terapi yang diberikan berpengaruh signifikan terhadap tingkat keberhasilan kemampuan subjek R dalam membuka jajanan. Setiap minggunya subjek R mendapatkan intensitas terapi yang berbeda-beda. Singkatnya terapi model pembelajaran yang diberikan mampu memberikan perubahan kemandirian subjek untuk mencoba membuka jajanan secara mandiri.
Copyrights © 2024